Tonton Youtube BP

Tanggapan keras kader PDI-P Sigi Sulteng terhadap sindiran “Nenek-nenek” dari Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali

Herling Tumbel
25 Nov 2025 18:09
2 minutes reading

PRIORITAS, 25/11/25 (Sigi): Pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, yang menyindir seorang tokoh politik dengan sebutan “nenek-nenek” menuai tanggapan keras dari kader DPC PDI Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Marsel Rindengan. Ia merasa miris dan mengecam pernyataan yang dinilai tidak beretika tersebut.

Kepada Beritaprioritas Selasa (25/11/2025), Marsel Rindengan menyebut pernyataan Ahmad Ali seorang mantan politisi Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem ketika berbicara dalam Rakorwil PSI di Batam, Sabtu (22/11/2025), sangatlah tidak pantas.

“Saya berharap Ahmad Ali lebih mengedepankan etika politik di ruang publik. Jika ingin menonjolkan partainya, tak perlu menyenggol partai lain, apalagi Ketum kami yang sudah menjadi ‘Ibu Ideologis’ bagi jutaan kader dan simpatisan PDI Perjuangan,” tegas Marsel.

Marsel menyarankan agar Ahmad Ali fokus pada partai barunya. “Ahmad Ali selaku Ketua Harian DPP PSI sebaiknya fokus saja meyakinkan masyarakat bahwa partainya bagus, nanti kita lihat hasil akhirnya di Pemilu berikutnya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Meskipun merasa tersinggung, Marsel menepis anggapan bahwa pernyataan Ahmad Ali dapat memancing ketegangan politik di kalangan kader PDI-P. “Sebenarnya kami sudah terbiasa dengan cacian dan hinaan di ruang publik. Kami anggap biasa saja karena politik akan selalu menemui dinamika seperti itu,” kata Marsel.

Namun, ia menegaskan bahwa reaksi yang muncul dari kader adalah respons alami ketika figur yang mereka hormati diremehkan. “Respon alami kami sebagai kader ketika melihat ibu kami disepelekan, pasti akan memberikan bermacam reaksi tanpa perlu menunggu komando,” jelasnya.

Terkait langkah hukum, Marsel menyatakan bahwa PDI-P memiliki tim hukum yang terstruktur. Namun, setiap keputusan akan menunggu instruksi dari pusat. “Semua kembali ke perintah pusat, apakah ada instruksi untuk dibawa ke ranah hukum atau tidak,” ungkapnya.

Marsel juga memberikan sindiran pedas kepada Ahmad Ali, yang ia sebut sebagai “politisi kemarin sore”. “Pergi saja dengan perahu barumu, berusahalah mendayung agar tidak tenggelam dan hindari menabrak ‘kapal besar’ manapun, karena jika terkena gelombangnya saja perahumu bisa tenggelam, bagaimana jadinya kalau menabrak,” tutupnya.

Melansir Beritanusa.com sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali dalam Rakorwil PSI di Batam, merasa heran mengapa Presiden ke-7 Joko Widodo diminta publik untuk mengakhiri kegiatan politik, sementara ada sosok yang sudah puluhan tahun menjabat ketua umum partai politik dengan sebutan “nenek-nenek”. Pernyataan ini yang kemudian memicu polemik. (P-Elkana Lengkong)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x