
Laurent Simons, meraih gelar doktor (PhD) bidang fisika kuantom dalam usia 15 tahun. (Courtesy: MedScriptum)PRIORITAS, 10/8/26 (Tbilisi, Georgia): Remaja jenius Laurent Simons yang meraih gelar PhD di bidang fisika kuantum dalam usia 15 tahun pada 17 November 2025 lalu di Universitas Antwerp, Belgia.

Tak cukup itu, remaja Ajaib kelahiran Oostende, Belgia, itu kini sedang meneliti cara untuk memperpanjang usia manusia!
Tentu saja upaya ilmuwan belia itu menarik perhatian dunia. Saat ini ia sudah mulai mengerjakan disertasi doktoral keduanya, di mana ia memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meneliti cara memperpanjang usia manusia.
Disertasi doktoral pertama Simons berfokus pada salah satu bidang fisika kuantum yang paling kompleks – perilaku partikel dalam lingkungan bersuhu sangat rendah dan “Bose polaron.”

Bidang fisika teoretis itu mengandalkan model matematika abstrak yang membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi ilmuwan dewasa untuk menguasainya.
Namun, setelah mendalami fisika dasar, Laurent memutuskan untuk menerapkan kemampuan analisisnya yang luar biasa pada sebuah tantangan global, menghentikan proses penuaan dan memperpanjang usia.
Menurut orang tua dan gurunya, bakat luar biasa Laurent sudah terlihat sejak masa kanak-kanak. Ia mampu menyerap informasi baru dengan sangat mudah.
Peneliti berusia 15 tahun itu memiliki tujuan yang jelas. Peralihan minatnya dari sistem kuantum ke kecerdasan buatan dan bioteknologi menunjukkan bahwa ambisi sang jenius muda ini bukan sekadar mencetak rekor.
Menurut MedScriptum – platform media digital internasional bermarkas di Tbilisi, Georgia – pada penerbitan edisi pekan lalu menulis, Laurent Simons ingin memberikan hasil nyata bagi umat manusia melalui kemajuan ilmiah.
MedScriptum, melalui website resminya medscriptum.org, menghubungkan para profesional medis di berbagai bidang kesehatan secara global di seluruh dunia. (P-*/rwt)

