
Dari kiri ke kanan: Administrator NASA Dr. James D. Fletcher, DeForest Kelley (pemeran Dr. Bones McCoy dalam serial “Star Trek”), George Takei (Mr. Sulu), James Doohan (Kepala Teknisi Montgomery “Scotty” Scott), Nichelle Nichols (Letnan Uhura), Leonard Nimoy (Mr. Spock), pencipta serial Gene Roddenberry, politisi Don Fuqua, dan Walter Koenig (Ensign Pavel Chekov). Foto antariksa ini diambil pada Kamis, 17 September 2026 atau tepat 50 tahun setelah peluncuran “Enterprise” ke luar angkasa. (Courtesy: NASA via space.com)PRIORITAS, 20/9/26 (California, AS): Lima puluh tahun yang lalu, NASA meluncurkan pesawat ulang-alik pertamanya, sementara sejumlah pemeran ikonik “Star Trek” turut menyaksikan untuk merayakan langkah maju yang bersejarah dalam penerbangan antariksa manusia.

Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 17 September 1976 saat NASA meluncurkan “Enterprise”, pesawat ulang-alik pertama yang pernah dibuat.
Pesawat kebetulan memiliki nama sama dengan USS Enterprise dari film serial televisi futuristik berjudul “Star Trek”. Film tersebut pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat pada 8 September 1966 melalui saluran NBC.
Sebuah kehormatam, pihak NASA mengundang para pemeran dan produser “Star Trek” hadir dalam peluncuran “Enterprise”.

Acara peluncuran akbar tersebut berlangsung di fasilitas manufaktur Rockwell di Palmdale, California—dan berlangsung dengan sangat meriah.
Saat pesawat ulang-alik tersebut keluar dari hanggarnya, Air Force Band of the Golden West memainkan musik dari “Star Trek”, disaksikan dan didengarkan oleh sekitar 600 tamu undangan.
Di antara para tamu yang hadir terdapat sejumlah tokoh ikonik “Star Trek”, termasuk pencipta serial tersebut, Gene Roddenberry, Leonard Nimoy (pemeran Mr. Spock), Nichelle Nichols (Lt. Uhura), dan George Takei (Mr. Sulu).
Ikut hadir James Doohan (Kepala Teknisi Montgomery “Scotty” Scott), DeForest Kelley (Dr. Bones McCoy), dan Walter Koenig (Ensign Pavel Chekov).
Para pemeran tersebut sempat berpose di depan pesawat ulang-alik bersama Administrator NASA, James D. Fletcher. Foto tersebut kemudian dirilis kembali oleh pihak NASA, tepat 50 tahun setelah peristiwa bersejarah tersebut, yaitu pada 17 September 2026, sebagaimana dilansir dari media AS space.com Minggu (20/9/26).

Ini pesawat luar angkasa USS Enterprise versi film “Star Trek”. Bentuk pesawat beda, hanya namanya sama. Tapi itu membuat pihak NASA mengundang para pemeran “Star Trek” hadir dalam peluncuran “Enterprise” 50 tahun lalu. (Courtesy: Getty Images via infoastronomy.org)
Awal mula program pesawat ulang-alik merupakan “Langkah bersejarah dalam program antariksa negara,” ujar Fletcher kala itu.
Dan kini, setelah berlalu 50 tahun, saat menengok kembali ke masa lalu, jelas terlihat bahwa peristiwa itu benar-benar merupakan langkah yang bersejarah.
Program pesawat ulang-alik NASA berlangsung hingga tahun 2011, saat pesawat ulang-alik “Atlantis” melakukan penerbangan terakhirnya.
Selama lebih dari 30 tahun, para astronaut NASA terbang pergi-pulang ke luar angkasa menggunakan pesawat ulang-alik. Mereka juga mencatatkan pencapaian luar biasa seperti pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional dan peluncuran Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Namun, program pesawat ulang-alik juga diwarnai sebuah insiden tragis yang menimpa misi “Challenger” dan “Columbia”, yang memperlihatkan kepada NASA maupun dunia betapa berbahayanya penjelajahan luar angkasa.
Seperti diketahui, pesawat ulang-alik “Challenger” dan “Columbia” mengalami kecelakaan fatal saat misi penerbangan yang menewaskan seluruh astronaut di dalamnya.
Pesawat ulang-alik “Challenger”, meledak dan hancur berkeping-keping akibat kerusakan pada segel O-ring di roket pendorong padat, pada 28 Januari 1986, pada detik ke-73 penerbangannya.
Kecelakaan terjadi di atas Samudera Atlantik, lepas landas dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Ironisnya, jutaan mata manusia di dunia menyaksikannya melalui siaran langsung televisi.
Sementara pesawat ulang-alik “Columbia” hancur saat kembali ke bumi pada 1 Februari 2003. Kecelakaan terjadi akibat kerusakan pada sayap kiri yang terkena benturan busa insulasi saat peluncuran, membuat panas ekstrem menembus struktur saat masuk kembali ke atmosfer.
Pesawat hancur di atas wilayah Texas, Amerika Serikat, saat perjalanan pulang menuju Pusat Luar Angkasa Kennedy. (P-*/rwt)

