Iran ajukan tujuh syarat utama sebelum Memulai Negosiasi dengan Amerika Serikat

Zamir Ambia
Minggu, 20 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/9/26 (Jakarta): Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaee pada Sabtu (19/9/26) mengatakan Iran telah menetapkan tujuh syarat kepada Amerika Serikat (AS) sebelum memulai perundingan kedua negara.


“Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun,” ucap Rezaee melalui media sosial X.

“Pesan kami jelas dan tegas – jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran,” katanya.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang sejumlah lokasi di Iran. Iran kemudian merespons serangan tersebut.


Poin-poin utama syarat yang diajukan Teheran mencakup:

  1. Penghentian Perang di Seluruh Front: AS harus menghentikan seluruh tindakan militer dan permusuhan terhadap Iran secara menyeluruh.
  2. Pencairan Aset Iran: AS wajib mencairkan seluruh dana dan aset keuangan Iran yang selama ini membeku.
  3. Penghentian Blokade Laut: AS harus menghentikan blokade angkatan laut di wilayah perairan strategis, seperti Selat Hormuz.
  4. Pencabutan Sanksi Ekonomi: AS harus menghapus sanksi finansial dan ekonomi yang berlaku terhadap Iran secara signifikan.
  5. Ganti Rugi Kerusakan Perang: AS harus membayar kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat serangan militernya.
  6. Jaminan Keamanan: AS dan sekutunya harus memberikan kepastian hukum serta militer untuk tidak kembali menyerang Iran setelah kesepakatan tercapai.
  7. Pengakuan Hak dan Kedaulatan Wilayah: AS harus mengakui hak serta kepentingan strategis dan kedaulatan Iran, termasuk dalam pengelolaan jalur pelayaran energi di wilayahnya.

Setelah konflik berlangsung selama berbulan-bulan, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan konflik pada pertengahan Juni. Namun, kedua pihak kembali melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut berlaku.

Hingga saat ini, konflik antara kedua negara masih belum menemukan penyelesaian. AS bahkan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menambah beban finansial sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik tersebut. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan