
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, dalam acara HUT ke-18 partai tersebut, 6 Februari 2026 di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta. Dalam survey terbaru, Partai Gerindra menjadi partai politik (parpol) dengan elektabilitas tertinggi. (Dok. Fraksigerindra.id)PRIORITAS, 24/9/26 (Jakarta): Partai Gerindra sukses menempati posisi teratas sebagai partai politik (parpol) dengan elektabilitas tertinggi di Indonesia saat ini. Berdasarkan hasil survei nasional terbaru yang dirilis lembaga Poltracking Indonesia pada Kamis (24/6/26), partai berlambang kepala burung Garuda tersebut berhasil mencatatkan tingkat keterpilihan sebesar 23,2 persen.

Angka ini menempatkan Gerindra unggul jauh di atas partai-partai besar lainnya dalam simulasi surat suara yang melibatkan 18 partai politik.
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengonfirmasi bahwa posisi kedua ditempati oleh PDI Perjuangan, disusul Partai Golkar di urutan ketiga.
“Pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2 persen,” ungkap Yoki Alvetro saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (24/9/26), sebagaimana dilansir dari Antara.

Berikut adalah daftar lengkap tingkat elektabilitas partai politik yang berhasil menembus angka di atas 1 persen menurut survei Poltracking Indonesia:
| Peringkat | Partai Politik | Tingkat Elektabilitas |
| 1 | Partai Gerindra | 23,2% |
| 2 | PDI Perjuangan | 11,6% |
| 3 | Partai Golkar | 10,4% |
| 4 | PKB | 6,2% |
| 5 | Partai Demokrat | 6,1% |
| 6 | Partai NasDem | 4,4% |
| 7 | PAN | 3,4% |
| 8 | PKS | 3,3% |
| 9 | PSI | 2,3% |
| 10 | PPP | 1,9% |
Sementara itu, delapan partai politik lainnya dalam simulasi ini mendapatkan persentase di bawah satu persen.
Disebutkan, survei nasional tatap muka yang bertajuk “Membaca Peta Elektoral & Dinamika Partai Politik” ini diselenggarakan pada periode 14–20 Agustus 2026.
Rincian teknis metodologi survei yang digunakan oleh Poltracking Indonesia, jumlah sampel 1.220 responden yang dipilih secara acak, margin of error sekitar +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Selain itu, cakupan wilayah menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional, berbasis pada data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.
Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung (tatap muka) oleh pewawancara terlatih dengan bantuan teknologi aplikasi khusus.
Setiap pewawancara bertugas mengumpulkan data dari 10 responden di tiap desa atau kelurahan yang terpilih. (P-Ant/ht)

