Gerak cepat! Dalam tiga hari pemerintah padamkan 1.516 hektare karhutla

Herling Tumbel
Kamis, 1 Oktober 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/10/26 (Jakarta): Pemerintah bersama tim gabungan berhasil memadamkan 1.516 hektare lahan yang terbakar hanya dalam waktu tiga hari, terhitung sejak 28 hingga 30 September. Langkah cepat ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.


Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, mengungkapkan bahwa tim di lapangan mampu menjinakkan api dengan kecepatan yang luar biasa.

“Dari total luas lahan terbakar seluas 1.845 hektare, sekitar 1.516 hektare berhasil dipadamkan. Artinya, rata-rata BNPB bersama seluruh unsur terkait mampu memadamkan lebih dari 500 hektare lahan per hari,” ujar Honi dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Jakarta, Kamis (1/10/26).

Sinkronisasi pusat-daerah jadi kunci sukses

Dilansir dari Antara, Honi menjelaskan bahwa kunci dari percepatan penanganan karhutla ini adalah sinkronisasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


Ditambahkannya, kolaborasi tersebut menyatukan berbagai instansi yang memiliki keahlian dan perlengkapan berbeda menjadi satu kekuatan utuh.

Sinergi ini dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan jika masing-masing lembaga bekerja secara mandiri di lapangan.

Ribuan personel gabungan dan alat berat diterjunkan

Dipaparkan, TNI menjadi institusi yang mengerahkan kekuatan terbesar dalam operasi pemadaman ini. Berikut adalah rincian kekuatan dan logistik yang diterjunkan ke lokasi karhutla.

Honi menguraikan, sebanyak 14.258 personel TNI disiagakan sebagai kekuatan utama. Kemudian pompa air pemadam, selang, nozzle, pompa punggung, serta ekskavator disediakan untuk membuat sekat bakar.

Disiapkan juga Alat Pelindung Diri (APD), tabung oksigen, masker, dan drone untuk memetakan titik api.

Selain TNI, operasi skala besar ini juga melibatkan Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah, Manggala Agni, pemadam kebakaran, BMKG, Masyarakat Peduli Api, pihak pemegang konsesi lahan, hingga tim medis.

Waspada dampak el nino yang belum usai

Diungkapkan, memasuki bulan Oktober, BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia sudah mulai memasuki awal musim hujan. Namun, Honi mengingatkan bahwa beberapa wilayah lainnya masih mengalami keterlambatan musim hujan akibat dampak fenomena El Nino.

Oleh karena itu, pemerintah meminta seluruh tim untuk tidak mengendurkan pengawasan, terutama di area-area yang rawan terbakar. Operasi pemadaman ini sendiri diperkirakan masih akan terus berjalan intensif dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

“Pemerintah sangat bersungguh-sungguh. Kami prioritaskan keselamatan personel di lapangan dan memastikan kolaborasi ini tetap kuat agar karhutla bisa ditangani secara tuntas,” pungkas Honi. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan