Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
NASIONALParlemen

Irma Suryani soroti 283.270 kasus ISPA akibat karhutla

Data Kemenkes per 13 Oktober 2026 mencatat 283.270 kasus ISPA akibat karhutla di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi, dengan Kalimantan Selatan mencatat kasus terbanyak.

Khalied Malvino3 menit baca
Bagikan
Irma Suryani soroti 283.270 kasus ISPA akibat karhutla
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. (Courtesy: DPR RI)

PRIORITAS, 16/10/26 (Jakarta): Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 13 Oktober 2026 itu menempatkan Kalimantan Selatan sebagai provinsi dengan kasus terbanyak, yakni 74.636 kasus.

Angka tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. Ia meminta pemerintah segera menangani dampak kesehatan akibat karhutla, terutama bagi masyarakat yang terpapar asap pekat.

Untuk melihat kondisi di lapangan, Irma mengunjungi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam kunjungan kerja reses pada Senin (12/10/26). Ia turut membawa perwakilan Kementerian Kesehatan untuk membahas penanganan masyarakat yang terdampak.

β€œDi Banjarmasin sendiri udara masih berasap, meskipun sudah sedikit mereda. Pada saat rapat dengan Pemda di sana, saya sudah menyampaikan kepada Kemenkes untuk segera membatu masyarakat yang terdampak Karhutla parah,” kata Irma dalam keterangan pers, Jumat (16/10/26).

Selain Kalimantan Selatan (Kalsel), Irma menerima laporan mengenai kondisi udara di Kalimantan Tengah (Kalteng). Warga melaporkan asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah hingga membuat langit tampak menguning.

β€œHari ini saya dilaporkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, udara di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Udara sudah mulai tampak menguning dan pasti sangat berbahaya bagi masyarakat,” tuturnya.

Kondisi tersebut juga memicu keluhan kesehatan warga. Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan langit yang tertutup asap karhutla. Warga turut mengeluhkan gangguan pernapasan dan mata perih setelah terpapar asap.

Menanggapi laporan itu, Irma meminta pemerintah memberikan pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Menurut dia, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan ISPA, tetapi juga gangguan mata dan penyakit lainnya.

β€œMasyarakat terdampak harus segera didampingi kesehatannya. Karena dampaknya bukan saja ISPA, tapi juga sakit mata dan penyakit lainya,” jelas Irma.

Besarnya jumlah kasus ISPA memperlihatkan luasnya dampak kesehatan yang perlu ditangani. Dari total 283.270 kasus, sebanyak 219.559 kasus terjadi pada penduduk berusia di atas lima tahun. Sementara itu, 63.711 kasus menyerang anak berusia di bawah lima tahun.

Setelah Kalimantan Selatan dengan 74.636 kasus, Sumatera Selatan menempati posisi berikutnya dengan 74.458 kasus. Data tersebut menunjukkan tingginya beban gangguan pernapasan di kedua provinsi itu.

Tak hanya meningkatkan kasus ISPA, karhutla juga memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah. Laporan yang disampaikan dalam bahan tersebut menyebut 12 kabupaten/kota masuk kategori kualitas udara berbahaya.

Sebarannya mencakup enam kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, satu di Kalimantan Selatan, dua di Jambi, dua di Sulawesi Selatan, dan satu di Riau.

Kondisi udara itu perlu mendapat perhatian serius karena asap karhutla mengandung berbagai polutan. Partikel halus PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Asap juga mengandung gas dan senyawa kimia yang berpotensi mengganggu kesehatan, bergantung pada sumber pembakaran dan tingkat paparannya.

Karena itu, Irma meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat penanganan kesehatan bagi warga terdampak. Ia menekankan pentingnya langkah cepat agar masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, tidak menghadapi dampak karhutla tanpa bantuan. (P-*/Khalied M)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami