PRIORITAS, 16/10/26 (Batam): Penurunan jarak pandang akibat sebaran kabut asap tebal mulai mengganggu operasional penerbangan di Kepulauan Riau. Pasalnya, PT Bandara Internasional Batam (BIB) melaporkan penyesuaian jadwal serta pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim (BTH) pada Jumat (16/10/2026).
Penundaan penerbangan terjadi akibat jarak pandang (visibility) yang tidak memenuhi standar keselamatan udara.
Meskipun demikian, seluruh penerbangan komersial yang sempat tertunda kini telah kembali beroperasi normal. Pihak otoritas bandara langsung menerbitkan izin terbang usai kondisi cuaca di lokasi dipastikan aman (cleared for flight operation).
"Pada hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026 terdapat beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan," kata Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, Jumat (16/10/2026).
Tiga Penerbangan Komersial Alami Delay Dan Rute Perintis Susi Air Dibatalkan
Selanjutnya, gangguan jarak pandang berdampak pada rute penerbangan domestik antar-wilayah Sumatera dan Jawa. Pesawat Lion Air JT246 rute Palembang-Batam mengalami keterlambatan (delay) selama 1 jam 44 menit.
Sementara itu, Lion Air JT239 rute Batam-Pekanbaru tertunda hingga 2 jam 7 menit.
Bahkan, Batik Air ID6863 rute Batam-Jakarta turut mengalami keterlambatan selama 1 jam 18 menit. Di sisi lain, penerbangan perintis Susi Air tujuan Batam-Rengat (PP) terpaksa dibatalkan demi keselamatan.
Pengelola Bandara Jamin Kompensasi Penumpang Serta Koordinasi Ketat Bersama BMKG
Sementara itu, tim operasional dan penanganan darat (ground handling) langsung menjalankan skema penanganan keterlambatan sesuai regulasi. Pengelola bandara memastikan setiap maskapai memenuhi seluruh hak kompensasi para penumpang.
PT BIB terus berkoordinasi intensif bersama AirNav Indonesia, BMKG, serta jajaran maskapai penerbangan.
Langkah ini krusial guna memantau pergerakan kabut asap serta tingkat visibilitas udara secara real-time. Pihak bandara mengimbau para calon penumpang untuk memantau status penerbangan secara berkala di kanal resmi.
“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh penumpang merupakan prioritas utama dalam operasional kami. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh penumpang,” ujar Annang Setia Budhi.
“Kami juga memastikan pihak maskapai menjalankan kewajibannya dalam memberikan pemenuhan hak-hak penumpang (passenger compensation) sesuai dengan regulasi penanganan keterlambatan yang berlaku,” ucapnya.
(P-Gio R)








