PRIORITAS, 16/10/26: PT Bank Pembangunan Daerah (BPD Bali) mencatatkan kinerja positif dengan menyalurkan total kredit sebesar Rp26,82 triliun per September 2026. Dari total pembiayaan tersebut, mayoritas atau sebesar 53,80 persen dialokasikan khusus untuk menyokong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produktif.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan bahwa realisasi kredit untuk sektor UMKM tersebut telah menembus angka Rp14,43 triliun.
"Kredit UMKM tersalurkan sebesar Rp14,43 triliun atau setara 53,80 persen dari total penyaluran kredit," kata I Nyoman Sudharma dalam keterangannya di Denpasar, Jumat (16/10/2026).
Tumbuh positif di tengah tantangan global
Pertumbuhan kredit BPD Bali mencatatkan kenaikan sebesar 8,52 persen secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan periode September 2025 yang berada di angka Rp24,71 triliun. Pencapaian ini diraih di tengah ketidakpastian situasi keuangan nasional maupun global.
Dalam mendukung program pemerintah, BPD Bali juga sukses menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,87 triliun hingga September 2026.
Selain itu, BPD Bali juga menyalurkan Kredit Pendukung UMKM (Debitur Naik Kelas) sebesar Rp1,46 triliun, yang menyasar para pelaku usaha eks-penerima KUR yang kini telah naik kelas.
Laba bersih tembus Rp1 triliun dan aset meningkat
Dikatakan, fokus pembiayaan pada sektor produktif ini terbukti ampuh mendongkrak kinerja profitabilitas perusahaan.
Bank milik pemerintah daerah di Bali ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1 triliun, atau tumbuh 6,43 persen secara tahunan.
Selain laba, total aset BPD Bali ikut terkerek naik sebesar 5,66 persen menjadi Rp44,87 triliun, dibandingkan posisi September 2025 yang sebesar Rp42,47 triliun.
Kesehatan finansial bank juga terjaga dengan sangat baik. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sangat rendah di angka 0,97 persen. Sementara itu, total permodalan tumbuh kuat 20,43 persen menjadi Rp6,56 triliun, dengan modal inti mencapai Rp6,31 triliun.
Digitalisasi transaksi lewat ekosistem QRIS
Tidak hanya dari sisi pembiayaan, BPD Bali turut memperkuat ekosistem digital untuk membantu operasional pelaku usaha melalui penyediaan fasilitas QRIS.
Hingga September 2026, jumlah gerai UMKM yang terintegrasi dengan QRIS BPD Bali mencapai 72.597 unit, melonjak 12,39 persen. Kehadiran infrastruktur digital ini berhasil memfasilitasi hampir 27 juta transaksi per September 2026.
Melihat sisa kuartal di tahun 2026, manajemen Bank BPD Bali optimistis untuk tetap mempertahankan fokus pada sektor produktif demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulau Dewata. (P-Ant/ht)








