PRIORITAS, 15/10/26 (Jakarta): Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) siap menghadirkan “Creative Village” sebagai salah satu rangkaian utama dalam gelaran “World Conference on Creative Economy” (WCCE) 2026.
Ruang ini dirancang bukan sekadar tempat pameran produk, melainkan menjadi wadah strategis untuk menjembatani kolaborasi antara pelaku industri kreatif lokal dan mitra internasional.
Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Pelaksana WCCE 2026, Mohammed Ali Berawi, mengungkapkan bahwa agenda besar ini ditargetkan mampu membuka keran investasi baru serta memperluas akses pasar global bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
"Kami berharap melihat adanya peningkatan peluang untuk akses pasar, kemudian untuk investasi dan aspek ekonomi yang bisa dikembangkan bersama-sama pelaku ekonomi kreatif yang tergabung di dalam WCCE," ujar Ali Berawi dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Kamis (15/10/26).
Digelar di dua lokasi strategis SCBD Jakarta
Sesuai jadwal, “Creative Village” akan berlangsung selama lima hari, tepatnya pada 21–25 Oktober 2026. Untuk menjangkau masyarakat umum dan para pemangku kepentingan, kegiatan ini akan dibagi ke dalam dua lokasi premium di kawasan SCBD, Jakarta.
Village 1, berlokasi di Ashta District 8, Village 2, di MGP Space.
Festival ini melibatkan lebih dari 20 mitra dari berbagai asosiasi kreatif Indonesia yang telah lolos proses kurasi ketat oleh tim pelaksana WCCE 2026.
Suguhkan seni, animasi, dan kuliner global
“Creative Village” digadang-gadang akan menjadi pusat perhatian karena menyajikan beragam aktivitas interaktif dan pameran karya visual.
Berbagai agenda menarik yang telah dipersiapkan antara lain Art direction dan instalasi seni terpadu, Animation bazaar (pasar animasi), pertunjukan seni (performance art) dan live music, referensi kuliner (food reference), serta creative showcase dari komunitas lokal dan mancanegara.
Acara ini juga diperkuat oleh kehadiran jaringan kota kreatif nasional. "Kami sudah mengundang dari pihak dalam negeri sendiri, dari ICCN (Indonesian Creative Cities Network) jaringan kota kreatif, kita juga akan hadir untuk bersama-sama memeriahkan acara di ‘Creative Village’," tambah Ali.
Menghubungkan ekosistem lokal ke pasar global
Lebih lanjut, Kemenekraf menekankan bahwa WCCE 2026 harus menjadi platform konkret.
Pertemuan akbar ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan di atas kertas, tetapi wajib menghasilkan kontrak kerja sama nyata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dikatakan, melalui kolaborasi lintas negara di “Creative Village”, pelaku ekraf tanah air berkesempatan besar untuk mempelajari perspektif baru, memahami dinamika praktik pasar global, serta mengembangkan standarisasi produk mereka agar mampu bersaing di level internasional. (P-Ant/ht)








