PRIORITAS, 15/10/26 (Ambon): Krisis air bersih akibat kemarau panjang selama delapan bulan terakhir di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai teratasi. Langkah solutif diambil oleh Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Maluku yang berhasil mengolah air asin laut menjadi air tawar yang siap langsung dikonsumsi oleh warga terdampak.
Aksi kemanusiaan yang menakjubkan ini menyasar warga Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT. Petugas memanfaatkan teknologi canggih untuk menyuplai kebutuhan vital masyarakat di tengah bencana kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
"Hari ini kami dari Satuan Brimob Polda Maluku Kompi 3 Yon B Pelopor telah melaksanakan kegiatan sosial dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Seram Bagian Timur, khususnya di Desa Sesar," ujar Danton Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Maluku, Aipda M Rustam Kotarumalos, Kamis (15/10/26).
Andalkan teknologi kendaraan 'Mobile Water Treatment'
Keberhasilan menyulap air laut ini berkat operasional kendaraan taktis Mobile Water Treatment milik Korps Brimob Polri. Mobil khusus ini memiliki kemampuan canggih untuk menyaring dan memproses air asin, payau, air sungai, hingga sumur bor menjadi air bersih yang aman dan layak konsumsi.
Berdasarkan pantauan langsung di Pelabuhan Sesar, Kota Bula, puluhan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi. Mereka membawa galon kosong untuk menampung air hasil penyulingan tersebut.
Aipda Rustam memaparkan kapasitas produksi dari kendaraan khusus pengadaan Korps Brimob Polri ini. Pengolahan air asin, menghasilkan 600 liter air bersih per jam atau 400 liter air siap minum per jam.
Untuk pengolahan air payau, menghasilkan hingga 2.500 liter air bersih per jam atau 2.000 liter air siap minum per jam.
Dijelaskan, sebelum didistribusikan ke masyarakat, kualitas air hasil olahan dipastikan aman karena mobil ini dilengkapi dengan perangkat laboratorium penjamin mutu dan higienitas air.
Warga dan penumpang kapal: Rasanya mirip air mineral toko
Apresiasi mendalam datang dari Kepala Desa Sesar, Jamaludin Mumulati. Ia menyebut kehadiran Brimob di kawasan Pelabuhan Bula meredakan kecemasan warga yang selama beberapa bulan ini kesulitan mencari sumber air tawar.
"Selaku kepala desa, saya sangat mengapresiasi bapak-bapak dari Satuan Brimob Bula. Kehadiran penyulingan air asin menjadi air tawar ini sangat membantu masyarakat kami," ungkap Jamaludin.
Manfaat instan ini tidak hanya dirasakan warga desa, melainkan juga para pelaku perjalanan laut. Juanda Namadulah, seorang penumpang kapal tujuan Kota Sorong, mengaku sangat terbantu karena sempat kehabisan bekal air minum saat bersandar di pelabuhan.
"Alhamdulillah, di tengah kemarau panjang ini kami kehabisan air saat kapal masuk. Pas mau beli, kebetulan ada pelayanan Brimob di sini. Setelah dicoba, rasanya sama seperti air biasa dari sumur maupun air mineral yang dibeli di toko," tutur Juanda.
Siap perluas titik distribusi
Pelayanan di kawasan Pelabuhan Desa Sesar ini menjadi titik awal pergerakan tim kemanusiaan Brimob. Pihak kepolisian telah memetakan sejumlah wilayah kekeringan lain di SBT untuk disasar berikutnya.
"Ke depan, kemungkinan ada beberapa titik lain yang sudah direncanakan, termasuk di dalam pusat Kota Bula," ungkap Aipda Rustam.
Melalui program ini, katanya, Polda Maluku berharap dapat meminimalisasi dampak krisis air bersih terburuk selama kemarau panjang tahun ini. (P-Ant/ht)








