Lompat ke konten
Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking
ENTERTAINMENTFilm

Menembus Hollywood, aktris China Li Bingbing sukses berkat peran adik perempuan yang menjadi manajer

Membintangi "Resident Evil" dan "Transformer"

Rebecca Wilhelmina T4 menit baca
Bagikan
Menembus Hollywood, aktris China Li Bingbing sukses berkat peran adik perempuan yang menjadi manajer
Dalam salah satu puncak karirnya, Li Bingbing membintangi film Hollywood "Resident Evil: Retribution". (Courtesy: Facebook)

PRIORITAS, 15/10/26 (Beijing): Dari keluarga kelas pekerja yang sederhana di Tiongkok Timur Laut hingga menjadi aktris ternama di panggung Hollywood, perjalanan karier Li Bingbing (53 tahun) bukanlah sebuah upaya yang ia tempuh seorang diri.

Di balik perjalanan kariernya selama puluhan tahun, terdapat sosok adik perempuannya, Li Xue (51 tahun), yang beralih profesi dari jurnalisme menjadi manajer bagi Li Bingbing. Bersama-sama, mereka mendirikan Hesong Entertainment, sebuah perusahaan manajemen talenta yang telah mewakili berbagai seniman dari berbagai generasi.

Kedua bersaudara ini telah lama dikenal sebagai salah satu pasangan kakak-adik paling terkemuka di industri hiburan Tiongkok.

Li Bingbing memiliki lebih dari 42 juta pengikut di Weibo, dan Sohu News memperkirakan kekayaan pribadinya mencapai lebih dari 1 miliar yuan (US$150 juta) – setara dengan sekitar Rp 2,68 triliun – meskipun angka ini belum diverifikasi secara independen.

Li Bingbing (kanan) bersama adik perempuannya Li Xue yang menjadi manajer sekaligus orang kepercayaan aktris China yang berhasil menembus Hollywood itu. (Courtesy: thestar.com)

Belum menikah

Diterjemahkan dari media internasional The Star, Li Bingbing selalu mengakui peran sang adik atas kesuksesannya, dengan menyatakan, "Tanpa adik saya, saya tidak akan berada di posisi saya saat ini."

Meski sudah berusia setengah abada lebih, Li Bingbing hingga kini belum menikah dan tidak memiliki anak. Menurut The Paper, ia berencana untuk mewariskan aset-asetnya kepada dua anak dari adik perempuannya tersebut.

Lahir di Wuchang, provinsi Heilongjiang, kedua bersaudara ini tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Orang tua mereka bekerja sebagai buruh pabrik, dan keluarga tersebut sempat tinggal di rumah sewaan milik tetangga.

Saat Li Bingbing menempuh pendidikan di Akademi Teater Shanghai, keluarganya mengalami kesulitan keuangan akibat biaya operasi sang ibu. Untuk meringankan beban tersebut, Li Bingbing membiayai pendidikan saudarinya dengan bekerja sebagai bintang iklan dan mengambil peran-peran kecil dalam seni peran.

Li Bingbing pernah mengungkapkan: "Saya sanggup menanggung kesulitan sendiri, tetapi saya tidak tega melihat saudari saya menderita."

Ketika Li Xue menjadi manajernya pada tahun 2000, Li Bingbing masih berjuang untuk meniti karier di industri film, sementara rekan-rekan seangkatannya seperti Zhang Ziyi dan Zhou Xun telah lebih dulu meraih popularitas.

Li Bingbing dan Li Xue berfoto bersama Jackie Chan. Li Bingbing pernah main film bareng Jackie Chan lewat "The Forbidden Kingdom "(2008), dan "1911/Xinhai Revolution" (2011). (Courtesy: thestar.com)

Melihat potensi yang dimiliki saudarinya, Li Xue berfokus memilih proyek-proyek yang mampu mengangkat karier Li Bingbing.

Pilihan-pilihan tersebut terbukti membawa perubahan besar. Li Xue mengarahkan Li Bingbing untuk terlibat dalam film karya Feng Xiaogang, “A World Without Thieves” (2004) dan “The Knot” (2006), yang secara signifikan meningkatkan profilnya.

Puncaknya, Li Bingbing berhasil memenangkan penghargaan Aktris Terbaik di ajang Golden Horse Awards 2009 berkat perannya dalam film “The Message”.

Menembus Hollywood, jadi bintang Transformer

Li Xue kemudian melihat peluang di luar pasar film Tiongkok dan mendorong saudarinya untuk terlibat dalam produksi film kerja sama Tiongkok-Amerika, “Snow Flower and the Secret Fan”, pada tahun 2011. Langkah krusial ini membuka jalan menuju berbagai proyek Hollywood, termasuk “Resident Evil: Retribution”, “Transformers: Age of Extinction”, dan “The Meg”, serta kolaborasi dengan berbagai merek mewah internasional.

Li Bingbing juga jadi salah satu pemeran penting dalam film sukses "Transformer: Age of Extinction". (Courtesy: gofugyourself.com)

Perannya juga mencakup memastikan kesejahteraan sang saudari. Pada tahun 2015, saat Li Bingbing jatuh sakit parah ketika sedang syuting di Australia, Li Xue menghentikan proses produksi.

Ia membawa Li Bingbing pulang untuk mendapatkan perawatan, meskipun sempat muncul spekulasi daring yang melabeli Li Bingbing sebagai seorang "diva" di lokasi syuting.

Namun, kemitraan profesional yang erat di antara mereka bukannya tanpa tantangan. Li Bingbing mengakui bahwa mereka sering berselisih paham terkait keputusan pekerjaan; perselisihan terbesar mereka bahkan sempat membuat keduanya tidak berkomunikasi selama lebih dari tiga bulan.

Meski demikian, perbedaan pendapat tersebut tidak pernah melunturkan ikatan di antara mereka.

Li Bingbing menyoroti pengorbanan besar yang telah dilakukan saudarinya demi kariernya. Ia menggambarkan Li Xue sebagai orang kepercayaan dan menegaskan, "Saya rela mati untuknya, karena dia adalah saudari saya."

Di sisi lain, Li Xue menemukan kebahagiaan dalam pekerjaannya dan memandang kemitraan mereka sebagai sarana untuk mewujudkan nilai dirinya sendiri.

Menarik perhatian warganet

Kolaborasi yang langgeng di antara kedua saudari ini menarik perhatian banyak warganet di Tiongkok daratan.

Seorang pengguna internet berkomentar: "Mereka benar-benar saling melengkapi. Sang kakak berada di bawah sorotan, sementara sang adik merancang visi yang lebih luas. Saudara perempuan adalah sekutu alami."

"Hubungan yang sehat bukan berarti bebas dari konflik, melainkan hubungan yang mampu pulih dan terus berkembang. Mereka menjadi contoh bagaimana mitra dapat saling mendukung dari waktu ke waktu," tulis warganet lainnya. (P-*/rwt)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami