Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026
Breaking
DAERAH

Listrik Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang padam ! Apakah ini ulah Data Centre ?

Giovanni Riung2 menit baca
Bagikan
Listrik Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang padam ! Apakah ini ulah Data Centre ?
Foto: Dok. PLN (detik).

PRIORITAS, 12/10/26 (Batam): Bencana pemadaman listrik secara mendadak (blackout) melumpuhkan seluruh wilayah Pulau Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang. Pasalnya, gangguan sistem kelistrikan skala besar ini terjadi pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Insiden mati listrik ini datang tepat pada jam sibuk ketika warga bersiap berangkat kerja.

Dampak pemadaman tidak hanya mematikan penerangan serta perangkat elektronik rumah tangga. Pasokan air bersih ikut terhenti total karena mesin pompa air warga bergantung penuh pada energi listrik.

Gangguan Pembangkit Batam Memicu Pemadaman Bergilir dan Resah Luas Masyarakat

Selanjutnya, keluhan masyarakat membanjiri berbagai saluran media sosial karena aktivitas harian menjadi kacau. Pihak PLN Tanjungpinang terpaksa menyalakan genset cadangan yang hanya mampu menampung daya sekitar 30 hingga 40 persen.

Manajemen PLN Batam menyatakan tim teknis sedang melakukan pelacakan sumber kerusakan di jaringan pembangkit.

"Bapak/ibu saat ini sedang gangguan beberapa lokasi tersebar di Batam padam sedang dalam pengecekan. Segera kami lakukan penormalan," kata Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono, Senin (12/10/2026).

Analisis Kritis: Apakah Blackout dan Krisis Air Ini Berkaitan dengan Beban Data Center?

Sementara itu, tumbangnya pasokan listrik dan air secara bersamaan memicu pertanyaan kritis dari publik. Publik mempertanyakan apakah gangguan sistemik ini terhubung dengan lonjakan beban daya dari industri pusat data (data center).

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam kini menjadi pusat konsentrasi investasi data center berbasis kecerdasan buatan (AI).

Secara teknis, data center membutuhkan konsumsi energi listrik raksasa dan pendingin air secara berkesinambungan tanpa henti. Jika tidak diimbangi infrastruktur mandiri, penyedotan daya oleh industri canggih ini rentan mengorbankan stabilitas listrik domestik.

Pelajaran Kasus Global: Ancaman Krisis Energi dan Air Akibat Lonjakan Data Center

Oleh sebab itu, risikonya sangat nyata jika merujuk pada fakta yang terjadi di berbagai negara lain:

  • Irlandia (EirGrid & IEA Report): International Energy Agency (IEA) mencatat konsumsi listrik data center di Irlandia melonjak hingga menyerap 21 persen dari total pasokan nasional pada 2023. Kondisi ini memicu moratorium (penundaan) izin data center baru di Dublin demi mencegah blackout warga.

  • Chile & AS (Reuters / Virginia Water Crisis): Sengketa air bersih pernah meletus di Chile usai proyek data center raksasa menyedot jutaan liter air tanah di tengah kekeringan. Kasus serupa terjadi di Virginia, AS, di mana konsumsi air industri pendingin server mengancam cadangan air warga.

Pengalaman internasional membuktikan bahwa krisis listrik dan air dari data center bukanlah sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Pemerintah serta BP Batam harus memperketat aturan agar pengembang data center wajib menyiapkan pasokan listrik dan SWRO mandiri demi melindungi hak masyarakat. (P-Gio R)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami