JAKARTA, 11 Oktober 2026: PT Peraga sukses menggelar perhelatan bergengsi Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia (CPTI) 2026 di Ballroom Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Minggu (4/10/26).
Oleh karena itu, Peraga bertekad melanjutkan pemberian penghargaan tersebut di tahun-tahun mendatang. “Melihat respon dari pemberian penghargaan CPTI 2026 yang sangat positif, kami akan menyelenggarakan itu tahun 2027 mendatang dan semoga berlanjut ke tahun-tahun berikutnya,” kata Founder Peraga, Roy E. Mahieu kepada Beritaprioritas.com, Minggu (11/10/26).
“Tujuan kami menyelenggarakan Anugerah CPTI adalah untuk memberikan apresiasi kepada perempuan keturunan Tionghoa Indonesia yang telah berkontribusi luar biasa bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang profesi. Semoga itu dapat menginspirasi generasi muda Tionghoa-Indonesia untuk mengikuti jejak mereka yang sukses dalam semangat akulturasi, semangat membaur,” sambung Managing Director Peraga, Nita Kartika.
Oleh karena itu, lanjut Nita, Anugerah CPTI diadakan satu panggung dengan Grand Final Miss Tionghoa Indonesia 2026 yang diikuti perempuan-perempuan muda keturunan Tionghoa.
Penghargaan diserahkan oleh B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, S.H., M.Kn. selaku Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual.
PT Peraga sendiri merupakan penyelenggara yang telah berpengalaman panjang dalam menyelenggarakan ajang penghargaan bagi tokoh-tokoh nasional hingga tingkat ASEAN sejak puluhan tahun lalu.
Pesan dari Menteri Kebudayaan
Dalam kesempatan itu, Putri Woelan Sari Dewi membawa pesan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Pesan tersebut disampaikan dalam bentuk video dan ditayangkan di layar besar di dalam ruangan tempat acara diadakan.
Dikatakan bahwa Kementerian Kebudayaan mendukung penuh inisiatif komunitas yang fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis pelestarian budaya.
"Ini perlu sekali mendapatkan apresiasi, sehingga semua kebudayaan itu bisa bersama-sama untuk menjadi perisai negara. Karena banyak kebudayaan asing yang masuk saat ini, dan kita membutuhkan benteng-benteng dengan kebudayaan kita sendiri," ujar Putri Woelan Sari kepada media di lokasi acara.
Senada dengan hal itu, mantan presenter berita televisi yang sekarang menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP), Cheryl Tanzil, menekankan pentingnya ruang inklusif yang mempertemukan keberagaman suku.
Salah satu penerima Anugerah Perempuan Tionghoa Indonesia 2026 itu mengatakan, sebagai sosok yang tumbuh di keluarga multikultural, ia menilai dukungan pemerintah terhadap acara seperti ini mencerminkan Indonesia yang semakin maju dan kuat.
Berikut adalah enam tokoh perempuan yang menerima Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026:
1. Dr. Dra. Fennieke Kristianto, DH, MH, MA, M.Kn – Dekan FH President University Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Bidang Akademik/Pendidikan).
2. Dr. Hana Amalia Vandayani (Mama Hana) – Pekerja Sosial & Pembina Forum Yayasan Pondok Kasih, Jawa Timur (Bidang Sosial).
3. Dr. Inge Gunawan, SE, M.Si, Ph.D, CMA – Aktivis Pendidikan, Jawa Timur (Bidang Sosial/Pendidikan).
4. Meiline Tenardi – Pengusaha & Founder Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB), Jakarta (Bidang Wirausaha & Pemberdayaan).
5. Cheryl Tanzil – Mantan Presenter Berita TV & Tenaga Ahli Utama KSP, Jakarta (Bidang Komunikasi & Pemerintahan).
6. Syane Loho, SH – Notaris, Manado, Sulawesi Utara (Bidang Hukum).
Dukungan Kemenekraf
Managing Director PT Peraga, Nita Kartika, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Anugerah CPTI 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).
Sebelum acara puncak, tim penyelenggara telah melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Sebagai sesama sosok berdarah Tionghoa, Wamen Irene Umar menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi jembatan pembauran yang positif.
"Melalui kegiatan seperti ini, akulturasi atau pembauran antara masyarakat Indonesia dan warga keturunan Tionghoa akan lebih terbuka dan inklusif. Warga keturunan Tionghoa di Indonesia memang tidak seharusnya eksklusif, melainkan harus terbuka dalam pergaulan maupun dunia usaha," ungkap Wamen Irene Umar seperti dikutip dari panitia.
Hanya saja, kata Nita, Wamenekraf tidak dapat menghadiri acara pemberian penghargaan Anugerah CPTI 2026 karena pada saat yang sama harus mengadakan kunjungan kerja ke daerah. (P-rwt)








