PRIORITAS, 7/10/26 (Jakarta): Pimpinan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Tangerang, yang gedung gerejanya mendapat 'serangan' sejumlah orang saat sedang beribadah Minggu (20/9/26) lalu, mendatangi Istana Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. Wapres Gibran menerima perwakilan jemaat gereja tersebut pada Rabu (30/09/26) lalu, dan menekankan pentingnya jaga kerukunan dan kebebasan beribadah.
Adapun pertemuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap jemaat GKPI Rajeg yang sebelumnya mengalami pembubaran ibadah.
Juga forum ini merupakan upaya untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka terkait pelaksanaan ibadah yang aman dan nyaman.
Apresiasi atas perhatian Wapres
Sebagaimana siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden (BPMI Setwapres) dalam pertemuan tersebut, Pendeta GKPI Rajeg, Hadi Sucipto, menyampaikan apresiasi atas perhatian Wapres terhadap kondisi yang dialami jemaatnya.
“Terima kasih Pak Wapres telah memberikan atensi dan perhatian kepada seluruh jemaat GKPI Rajeg yang telah mengalami pembubaran ibadah pada hari Minggu tanggal 20 September yang lalu,” ujarnya lagi.
Selanjutnya Pendeta Hadi menyampaikan bahwa Wapres berpesan agar jemaat tetap menjaga ketenangan dan suasana kondusif di tengah masyarakat, sekaligus terus menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Dan tentunya arahan dari Pak Wapres supaya jemaat juga tetap tenang, tetap bersukacita, dan juga boleh tetap menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat. Lalu kemudian juga kami tetap diarahkan supaya boleh tetap beribadah dengan nyaman,” lanjutnya
Pendeta Hadi juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Wapres terhadap jemaat GKPI Rajeg.
Nengedepankan kerukunan, mematuhi ketentuan perizinan
Juga Pendeta Hadi menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan yang dihadapi jemaat perlu dilakukan dengan mengedepankan kerukunan, mematuhi ketentuan perizinan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.
“Dan tentunya saya sangat bersyukur kalau Pak Wapres memiliki perhatian yang penuh. Artinya, Pak Wapres juga peduli ya dengan apa yang dialami oleh jemaat GKPI Rajeg, dan tentunya arahan-arahan yang diberikan ya supaya kami tetap semangat, supaya kami juga tetap mengutamakan kerukunan dalam umat beragama,” tambah Pendeta Hadi menjelaskan.
“Lalu kemudian, dalam hal perizinan, ketika kami nanti beribadah di tempat yang baru, bisa diurus perizinan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan seperti yang saya katakan tadi, pendekatan terhadap masyarakat sekitar supaya kita menjaga silaturahmi ke depannya,” demikian Pendeta Hadi Sucipto. (P-*/Hos)








