PRIORITAS, 7/10/26 (Jakarta): Dalam posisinya yang kini sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, memberikan klarifikasi terkait beredarnya video lawas dirinya yang meminta posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk diganti. Ia menegaskan bahwa video wawancara podcast yang viral di media sosial tersebut direkam saat ia belum menjabat di pemerintahan.
Syahganda menyayangkan narasi yang dibangun seolah-olah pernyataan itu dikeluarkan setelah dirinya dilantik sebagai Kepala Bakom.
"Nah, kalau video lama saya ya yang beredar kemudian dibilang setelah dilantik, kan sebenarnya mereka melanggar prinsip-prinsip jurnalisme kan. Karena setelah saya dilantik, saya baru sekali ketemu media, ketemu wartawan," tegas Syahganda setelah serah terima jabatan di Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (6/10/26) kemarin.
Tunduk dan sejalan dengan arahan Presiden
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pandangan kritisnya di masa lalu ialah posisinya saat berada di luar pemerintahan.
Sekarang, setelah resmi bergabung, ia memastikan akan sepenuhnya tunduk dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi yang dibuat itu adalah video-video lama saya. Memang dulu saya begitu di luar sistem pemerintahan. Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden. Ya kan, saya enggak bisa misalkan punya ide yang beda kalau Bapak Presiden misalkan punya ide apa, ya saya harus ikutin. Jadi itu sekali lagi ya memang kita sesalkan ada media-media yang masih tidak bertanggung jawab seperti itu, gitu," jelasnya kecewa.
Kesatuan institusi kepresidenan
Ketika wartawan mempertanyakan apakah sikap sejalan dan patuh tersebut juga berlaku terhadap Wapres Gibran, Syahganda memberikan penegasan mengenai kesatuan institusi kepresidenan.
"Oh enggak, bukan itu. Maksudnya saya ini pemerintah. Sebagai pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran ya kan, dan kita menjalankan, gitu. Intinya di situ," ujarnya lagi.
Sementara terkait waktu pasti perekaman video kontroversial tersebut, Syahganda mengaku tidak mengingatnya secara persis.
Tapi, demikian Tribunnews.com mengutip, ia memastikan video itu dibuat jauh sebelum ia masuk ke lingkaran Istana.
"Saya enggak tahu, tapi saya itu udah lama setahu saya. Mungkin udah dua minggu, sebulan sebelum saya di mana, di masuk ke pemerintahan, ya, gitu ya," demikian Syahganda Nainggolan. (P-*/se)








