PRIORITAS, 7/10/26 (Batam): Aksi dugaan penganiayaan brutal terhadap pekerja bangunan kembali menggemparkan jagat media sosial di Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya, sebuah video memperlihatkan kondisi fisik korban yang dipenuhi luka bekas pukulan.
Korban penganiayaan tersebut diketahui bernama Carlim (52), seorang buruh harian asal Majalengka.
Rekaman video memperlihatkan deretan luka lebam timbul yang memenuhi seluruh area punggung belakang korban. Selain cedera punggung, wajah korban juga mengalami luka parah akibat pukulan keras pada bagian hidung. "Saya sama Abang saya dipukulin," ujar Carlim dalam rekaman video tersebut.
Perselisihan Gaji dan Kasbon Diduga Pemicu Aksi Kekerasan Pihak Perusahaan
Selanjutnya, aksi kekerasan di lokasi proyek Sekupang tersebut diduga terpicu masalah hak ketenagakerjaan. Pihak perusahaan diduga menahan pembayaran gaji pekerja serta memicu perselisihan terkait uang kasbon.
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons rekaman video viral serta laporan resmi dari pihak korban.
Tim penyidik Polsek Sagulung langsung melacak keberadaan para pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Kasus ini kini masuk dalam penanganan hukum intensif oleh jajaran reserse kriminal. "Untuk pelaku baru kami amankan. Ada tiga orang, yang saat ini kita amankan baru dua. Sementara yang membuat LP baru satu orang," terang Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Riyanto.
Kepolisian Memburu Satu Pelaku Lain yang Masih Buron
Sementara itu, petugas masih menginterogasi secara mendalam dua orang terduga pelaku yang sudah berhasil ditangkap. Polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lain yang masih melarikan diri.
Proses hukum akan berjalan tegas demi memberikan keadilan bagi buruh harian yang menjadi korban.
Oleh sebab itu, publik mendesak polisi menindak tegas aksi premanisme perusahaan terhadap para pekerja kecil. Pengusutan tuntas kasus ini menjadi cerminan perlindungan hukum bagi para buruh di Batam. (P-Boly)








