PRIORITAS, 6/10/26 (Jakarta): Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta menggeber revitalisasi Blok M di Jakarta Selatan secara masif.
Menjelaskan tahapan proyek, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, Tuhiyat memastikan seluruh fasilitas terminal serta area komersial beroperasi sepenuhnya pada 2029.
"Revitalisasi kami lakukan secara bertahap. Terminal dan kawasan ritel serta podium, kami targetkan akan selesai dan beroperasi di tahun 2029," ucap Tuhiyat dalam peresmian konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta, Selasa (6/10/26).
Tuhiyat memaparkan pembangunan kawasan multifungsi atau mixed-use berlanjut secara bertahap pada tahun berikutnya.
Menyusul target tersebut, kawasan urban terpadu merampungkan seluruh konstruksi fisik pada 2030.
"Sementara untuk mixed-use, secara bertahap akan diselesaikan pada tahun berikutnya," tambahnya.
Lima transformasi utama
Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta merumuskan lima pilar transformasi utama dalam merombak total kawasan Blok M.
Mengawali tahapan kerja, operator memodernisasi terminal eksisting menjadi pusat transit antarmoda yang inklusif dan dinamis.
Pilar berikutnya mengarahkan kawasan mixed-use Blok M-ASEAN sebagai zona bisnis yang mudah diakses publik.
Mendukung mobilitas warga, penataan ruang memperkuat konektivitas antar-fungsi serta memperluas jalur khusus pejalan kaki.
Memperkuat daya tarik ekonomi, kawasan ini menghadirkan destinasi komersial baru lewat ragam pilihan ritel, pusat kuliner, gaya hidup, serta ruang publik.
Menyempurnakan tata hijau kota, transformasi terakhir membangun ruang terbuka hijau yang asri dan nyaman guna menunjang interaksi sosial warga.
Keamanan dan operasional
Pembaruan kawasan merespons urgensi kondisi fisik bangunan Blok M yang telah berusia 34 tahun.
Mengutamakan standar teknik, MRT Jakarta menjamin aspek keselamatan serta kekuatan struktur bangunan tetap terjaga optimal.
Menjaga denyut aktivitas harian, Blok M Hub saat ini menaungi 334 tenan aktif dengan mobilitas harian menembus angka 25.000 pengunjung.
Menyeimbangkannya dengan konstruksi, manajemen mengatur strategi pengerjaan bertahap agar denyut bisnis lokal tetap berjalan tanpa hambatan. (P-Ant/Khalied M)








