PRIORITAS, 7/10/26 (Jakarta): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat sistem kenavigasian pelayaran nasional guna menekan angka kecelakaan di laut. Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi dengan International Organization for Marine Aids to Navigation (IALA) untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan layanan di seluruh perairan Indonesia.
"Kenavigasian merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran," ujar Direktur Kenavigasian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Hernadi Tri Cahyanto, di Jakarta, Selasa (6/10/26).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Keselamatan Pelayaran Bidang Kenavigasian yang berlangsung pada 5β7 Oktober 2026 di Jakarta. Forum global ini menghadirkan para ahli dari IALA untuk berbagi pengetahuan dan menyelaraskan standar navigasi Indonesia dengan regulasi internasional.
Fokus utama, penguatan navigasi laut
Dilansir dari Antara, Hernadi mengatakan, modernisasi sistem kenavigasian Indonesia wajib dilakukan secara menyeluruh. Kemenhub berfokus pada empat pilar.
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP): Penyediaan dan peningkatan kualitas fasilitas fisik penunjang di laut.
Vessel Traffic Services (VTS): Optimalisasi sistem pemantauan lalu lintas kapal agar lebih proaktif.
Penataan Alur Pelayaran: Pengembangan rute laut yang lebih aman dan efisien.
Pemutakhiran Peta Laut: Pembaruan peta fisik maupun peta elektronik (ENC) secara berkala.
Uji Coba risiko di alur pelayaran Surabaya
Kerja sama Kemenhub dan IALA telah berjalan sukses sejak periode 2024β2025 melalui berbagai misi teknis dan pelatihan SDM di IALA Academy. Kemitraan ini kini dipastikan berlanjut untuk periode 2026β2028.
Salah satu program terdekatnya adalah pelaksanaan βWorkshop Risk Assessmentβ di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Proyek ini menggunakan metode SIRA (Simplified IALA Risk Assessment Method) yang sesuai dengan pedoman IALA dan Organisasi Maritim Internasional (IMO). Proyek di Surabaya ini akan menjadi percontohan nasional untuk evaluasi keselamatan alur laut di wilayah lain.
Tantangan geografis Indonesia
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang 100.000 kilometer, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan maritim.
Sesuai dengan mandat konvensi internasional βSOLAS Bab Vβ tentang Keselamatan Navigasi, Kemenhub menegaskan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
"Edukasi menjadi kunci. Kemenhub mendorong operator, akademisi, dan masyarakat pelayaran untuk bersama-sama mewujudkan kebijakan zero accident (tanpa kecelakaan)," tambah Hernadi.
Kemenhub juga mengimbau seluruh pihak untuk memanfaatkan VTS secara maksimal dalam merespons kondisi darurat. Selain itu, masyarakat diminta aktif melaporkan setiap pelanggaran di laut yang berpotensi mengancam jiwa, barang, maupun kelestarian lingkungan maritim. (P-Ant/ht)








