PRIORITAS, 6/10/26 (Jakarta): Dengan mempertimbangkan masalah keamanan di dalam negeri, pemerintah melarang penyelenggaraan konser musik penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grup musiknya, Israel & New Breed, yang rencananya akan diadakan pada 24 Oktober 2026 di Jakarta.
Kepada pers, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan keputusan tersebut.
"Hal ini setelah kami melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga serta badan terkait sehubungan dengan rencana diadakannya pertunjukan musik yang berjudul 'Til The Whole World Knows Tour 2026' tersebut," ujar Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/26).
"I stand with Israel"
Apalagi, kata dia, di beberapa negara lain konser musik gospel itu dimanfaatkan untuk melakukan kampanye politik guna mendukung Israel, salah satunya dengan menggaungkan pernyataan I stand with Israel di sela kegiatan.
Ucapan tersebut, menurutnya, cenderung sensitif lantaran tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia serta dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya.
"Kami tidak melarang pertunjukan musik, tidak mempersoalkan agama seseorang, silakan melakukan kegiatan keagamaan di sini, tetapi jika memang ada motif politik yang merugikan perjuangan rakyat Palestina, maka hal itu tidak sejalan dengan dengan pikiran dan aspirasi dari masyarakat kita sendiri," katanya, dikutip media.
Ini alasan lain
Yusril juga beralasan, konser gospel ini telah menimbulkan kontriversi di Malaysia, huga enyampaikan sejauh ini belum ada permohonan izin penyelenggaraan konser tersebut dari pihak panitia maupun pengajuan visa penyelenggaraan konser musik dari penyanyi yang bersangkutan.
Tapi, setelah ditelusuri lebih lanjut, Yusril menuturkan penjualan tiket konser yang rencananya dilaksanakan di Grha Pengharapan, Jakarta tersebut, masih terus berjalan di beberapa platform penjualan tiket Daring.
"Kami mencoba untuk mencari sponsor kegiatan ini, tetapi tidak ditemukan di Jakarta, yang dapat kami temukan adalah kegiatan ini disponsori oleh event organizer bernama Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia," kata Yusril lagi.
Karena itulah, demikian Antara, dengan tidak diberikannya izin oleh pemerintah Indonesia, dia mengharapkan agen penjual tiket konser dimaksud bisa segera melakukan pembatalan penjualan tiket atau mengembalikan tiket konser kepada pihak yang sudah terlanjur membelinya. (P-*/mj)









