PRIORITAS, 5/10/26 (Jakarta): Ajang prestisius Miss Tionghoa Indonesia 2026 sukses menggelar malam puncak perhelatannya yang ketiga di Hotel Aryaduta Jakarta, Minggu (4/10/26) malam.
Tidak sekadar kontes kecantikan, ajang tahun ini menjadi panggung penting bagi pelestarian budaya sekaligus apresiasi atas kontribusi nyata perempuan keturunan Tionghoa dalam kehidupan berbangsa.
Selain menobatkan para pemenang dari kategori cilik hingga dewasa, malam final tersebut diwarnai dengan penyerahan penghargaan khusus, Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026, kepada tujuh perempuan inspiratif yang dinilai berdedikasi di berbagai bidang.
Budaya lokal jadi perisai negara
Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, S.H., M.Kn., mengapresiasi tinggi konsistensi ajang ini. Menurutnya, di tengah masifnya budaya asing yang masuk, penguatan kebudayaan lokal sangat krusial untuk menjaga karakter generasi muda bangsa.
"Ini perlu sekali mendapatkan apresiasi, sehingga semua kebudayaan itu bisa bersama-sama untuk menjadi perisai negara. Karena banyak kebudayaan asing yang masuk saat ini, dan kita membutuhkan benteng-benteng dengan kebudayaan kita sendiri," ujar Putri Woelan Sari kepada media di lokasi acara.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan mendukung penuh inisiatif komunitas yang fokus pada pengembangan SDM berbasis pelestarian budaya.
Senada dengan hal itu, mantan presenter berita televisi yang sekarang menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP), Cheryl Tanzil, menekankan pentingnya ruang inklusif yang mempertemukan keberagaman suku.
Salah satu penerima Anugerah Perempuan Tionghoa Indonesia 2026 itu mengtakan, sebagai sosok yang tumbuh di keluarga multikultural, ia menilai dukungan pemerintah terhadap acara seperti ini mencerminkan Indonesia yang semakin maju dan kuat.
Cheryl juga berharap para peserta memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap NKRI. "Harapan saya sih itu ya. Kami tidak eksklusif lagi, membeda-bedakan latar belakang suku dan budaya kita," tutur Cheryl yang juga kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
Karantina ketat dan booster bahasa Mandarin
Sementara itu, National Director Miss Tionghoa Indonesia, Jacqueline Sharon, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan gelaran ketiga. Pertama tahun 2024 diadakan di Surabaya, 2025 di Jakarta, juga di Hotel Aryaduta Menteng.
Ia menjelaskan, proses seleksi kompetisi tahun ini sudah berjalan ketat sejak tahun lalu melalui berbagai tahapan tugas, keterlibatan aktif dalam festival akulturasi seperti Mooncake Festival, hingga karantina intensif selama dua hari di Jakarta.
Selain talenta, kemampuan berbahasa Mandarin menjadi salah satu poin penilaian utama. "Ini akan menjadi booster di generasi mereka, untuk tetap menjaga budaya yang ada," pungkas Jacqueline mengenai pentingnya mempertahankan bahasa ibu sebagai identitas budaya.
Daftar Lengkap Pemenang dan Penerima Penghargaan
Berikut adalah daftar nama pemenang Miss Tionghoa Indonesia 2026 berdasarkan kategori usia:
- Kategori Cilik:
- Juara 1: Ava Katarina Tjhoe (Sumut 1)
- Runner Up 1: Vanessa Ludwinia Wattimena (Jatim 1)
- Runner Up 2: Princiella Carilyne (Sumsel 2)
- Kategori Remaja:
- Juara 1: Fiorentine Ailiabella Barlianto (Jatim 1)
- Runner Up 1: Regina Eleonore Phen (Jakarta 1)
- Runner Up 2: Earlena Calysta (Jabar 1)
- Kategori Dewasa:
- Juara 1: Gebriella Giorgina (Sumsel)
- Runner Up 1: Vioreen Alfreda (Jakarta 1)
- Runner Up 2: Jocelyn Ted (Sumut)
Sementara itu, tujuh tokoh perempuan yang dianugerahi Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026 adalah:
1. Dr. Dra. Fennieke Kristianto, DH, MH, MA, M.Kn, Dekan FH President University Cikarang, Bekasi, Jawa Barat
2. Dr. Hana Amalia Vandayani (Mama Hana), Pekerja Sosial, Pembina Forum Yayasan Pondok Kasih, Jawa Timur
3. Dr. Inge Gunawan, SE, M.Si, Ph.D, CMA, Aktivis Pendidikan, Jawa Timur
4. Meiline Tenardi, Pengusaha, Founder Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB), Jakarta
5. Cheryl Tanzil, Mantan Presenter Berita TV, Tenaga Ahli Utama KSP, Jakarta
6. Syane Loho, SH, Notaris, Manado, Sulawesi Utara
7. Indra Tadiono Honoris, Tokoh pendidik, Penggerak sosial, Deputy Chairman Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa Indonesia, Tangerang, Banten
Founder PT Peraga Indonesia selaku penyelenggara Miss Tionghoa Indonesia dan Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia, Roy E. Mahieu, mengatakan, para penerima anugerah tersebut sebelumnya disaring dari sejumlah tokoh yang disaring Tim Seleksi.
Nita Kartika, Managing Director PT Peraga, menambahkan, para penerima Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia sudah dikonfirmasi terlebih dahulu.
Dikatakan, dari sepuluh tokoh yang disaring, terpilih tujuh orang yang menyatakan kesediaan, tapi satu di antaranya, yaitu Indra Tadiono Honoris, mendadak batal hadir karena masalah kesehatan. (P-rwt)








