PRIORITAS, 5/10/26 (Buntok, Kalteng): PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok kembali memberlakukan penghentian sementara aliran listrik di sebagian wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan Kabupaten Barito Timur (Bartim), Senin (5/10/26). Kebijakan pemadaman bergilir ini terpaksa diambil akibat adanya gangguan pada sejumlah mesin pembangkit.
Berdasarkan pengumuman resmi yang disiarkan melalui saluran komunikasi PLN Buntok Menyapa, jadwal pemadaman dibagi menjadi dua sesi waktu.
Sesi pertama berlangsung pada siang hari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, waktu setempat. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Gunung Bintang Awai, Dusun Selatan, Dusun Utara, Karau Kuala, serta kawasan Markas Kepolisian Resor (Polres) Barito Selatan.
Sementara itu, sesi kedua dijadwalkan pada malam hari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Pemadaman pada sesi ini mencakup wilayah Kabupaten Barito Timur yang meliputi Kecamatan Pematang Karau, Dusun Tengah, Raren Batuah, Awang, Paku, dan Karusen Janang.
Dampak pemadaman malam hari juga meluas ke sebagian wilayah Barito Selatan, yakni sebagian Kecamatan Gunung Bintang Awai (Desa Ugang Sayu, Palurejo, Wayun, Bipak Kali, Luwir, Muara Singan, Patas I) serta sebagian Kecamatan Karau Kuala (Desa Muara Plantau).
Pihak PLN menyatakan estimasi waktu pemulihan akan terus disesuaikan dengan perkembangan penanganan teknis di lapangan.
Komitmen DPRD dipertanyakan
Kembali berlanjutnya kebijakan pemadaman bergilir ini terus memicu perhatian publik, mengingat pada Senin (3/8/26) lalu, seperti diberitakan sebelumnya, manajemen PLN ULP Buntok sempat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menandatangani surat pernyataan di Gedung DPRD Barito Selatan.
Disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Barsel, Ideham, pihak PLN sebelumnya berkomitmen untuk menghentikan total pemadaman bergilir terhitung mulai 5 Agustus 2026.
Menanggapi situasi kedaruratan ini, manajemen PLN ULP Buntok mengklaim bahwa pihaknya terus mengerahkan seluruh sumber daya teknik guna mempercepat proses pemulihan gangguan serta meminimalkan dampak langsung bagi para pelanggan.
Di samping itu, PLN mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi listrik secara bijak, khususnya pada waktu beban puncak pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.
Pelanggan disarankan untuk mematikan perangkat elektronik yang tidak mendesak, mengatur suhu pendingin ruangan (AC) di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan rumah tangga yang hemat energi.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan," ujar Manager PLN ULP Buntok menutup pengumuman resminya. (P-Ahmad Arbani)








