Bupati Bintan, Roby Kurniawan. (Humas Pemkab Bintan)PRIORITAS, 26/3/2026 (Bintan): Pemerintah Kabupaten Bintan bergerak cepat merespons krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Bintan.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, dalam keterangannya menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergotong royong menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan lintas sektoral, Rabu (25/3/2026). “Saya minta segera dibagi tugas OPD untuk bertanggung jawab di masing-masing kecamatan, sekaligus menyusun skema distribusi air bersih. Data warga terdampak harus terus diperbarui,” tegas Roby.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, sebanyak 24.479 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini merata di hampir seluruh kecamatan, kecuali Mantang dan Tambelan.
Kekeringan dipicu minimnya curah hujan sejak awal tahun, yang menyebabkan penyusutan drastis volume air waduk sumber baku PDAM, bahkan salah satunya dilaporkan kering total.
Pemerintah daerah akan memanfaatkan berbagai sumber air alternatif di luar PDAM, serta mengoptimalkan sarana yang ada, termasuk dukungan dari pihak swasta. “Ini langkah jangka pendek. Semua potensi yang ada harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” tambahnya.
Selain distribusi air, Pemkab Bintan juga mempertimbangkan upaya modifikasi cuaca sebagai langkah tambahan. Di sisi lain, masyarakat juga diajak melakukan ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan salat Istisqa guna memohon turunnya hujan.
“Kita lakukan upaya dari berbagai jalur, baik distribusi air, kemungkinan modifikasi cuaca, hingga doa bersama. Semoga kondisi segera membaik,” ujar Roby.
Pemerintah berharap sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat dapat membantu mengatasi dampak kekeringan serta mempercepat pemulihan kondisi di Kabupaten Bintan. (P-Jeff K)