Fantastis! Investasi Batam tembus Rp40 triliun, ekonomi melonjak 7,28 persen

Sem Muhaling
Minggu, 4 Oktober 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 4/10/26 (Batam): Investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, terus menunjukkan geliat positif. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di daerah tersebut telah mencapai sekitar Rp40 triliun.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis Indonesia.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan perkembangan investasi tersebut berjalan seiring dengan penguatan sejumlah indikator ekonomi daerah.

“Realisasi investasi Batam pada semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp40 triliun,” kata Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Minggu (4/10/2026).

Ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen

Selain investasi yang terus bergerak, perekonomian Batam juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,28 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang berada pada level 6,76 persen. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Batam semakin menguat.

Amsakar menilai kombinasi pertumbuhan investasi dan ekonomi tersebut menunjukkan fondasi perekonomian Batam semakin kokoh.

“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 7,28 persen dan investasi terus bergerak,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan tersebut juga mempertegas posisi Batam sebagai kawasan yang semakin diperhitungkan. Bukan hanya di tingkat nasional tetapi hingga ke ranah internasional.

Investasi teknologi mulai menguat

Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah masuknya investasi pada sektor teknologi dan infrastruktur digital.

Amsakar mencontohkan rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam oleh Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, melalui kemitraan strategis dengan Nvidia dan DayOne.

Proyek tersebut, rencananya memiliki kapasitas 360 megawatt dengan target mulai beroperasi pada kuartal I 2027.

Menurut Amsakar, masuknya investasi berbasis kecerdasan buatan dan pusat data menunjukkan perubahan posisi Batam dalam peta investasi regional.

“Batam sekarang sudah tidak lagi hanya diperbincangkan di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional,” katanya.

Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa struktur ekonomi Batam mulai bergerak ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi, selain tetap mempertahankan kekuatan sebagai kawasan industri dan perdagangan.

Konektivitas pelabuhan jadi modal strategis

Daya tarik Batam juga semakin kuat dengan adanya perkembangan konektivitas perdagangan. Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada kuartal II 2026.

Batam tercatat berada di peringkat keenam dalam daftar tersebut. Capaian itu memperkuat posisi Batam pada jalur perdagangan internasional.

Amsakar mengatakan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan konektivitas yang semakin baik merupakan modal penting bagi Batam untuk meningkatkan daya saingnya.

“Semua ini menunjukkan bahwa Batam sedang bergerak. Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar,” ujarnya.

Angka investasi memiliki basis perhitungan berbeda

Sementara itu, BP Batam sebelumnya mencatat realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp38,97 triliun berdasarkan metode bottom-up. Nilai tersebut setara 55,67 persen dari target investasi Batam sepanjang 2026 yang dipatok Rp70 triliun.

Dengan metode tersebut, realisasi investasi tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. BP Batam menyebut pertumbuhan tersebut mendapat topangan dari kenaikan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 53,68 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 78,25 persen.

Adapun berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi semester I 2026 tercatat Rp29,89 triliun. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan basis pengukuran masing-masing metode.

Karena itu, angka sekitar Rp40 triliun yang disampaikan Amsakar perlu dipahami sebagai gambaran capaian investasi berdasarkan pendekatan yang digunakan pemerintah daerah dan BP Batam, bukan sebagai satu-satunya angka resmi berdasarkan LKPM.

Investasi harus berdampak bagi masyarakat

Amsakar menegaskan jangan melihat besarnya investasi hanya sebagai pencapaian angka. Pemerintah harus memastikan modal yang masuk benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Manfaat tersebut antara lain berupa pembukaan lapangan kerja, berkembangnya usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik serta pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya, BP Batam mencatat jumlah tenaga kerja yang terkait dengan realisasi investasi meningkat dari 30.979 orang pada semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada semester I 2026, atau bertambah sekitar 9.964 pekerja.

Karena itu, tantangan Batam ke depan bukan hanya mempertahankan arus investasi, tetapi memastikan investasi tersebut menghasilkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja dan memperkuat perekonomian lokal.

Dengan pertumbuhan ekonomi 7,28 persen, investasi yang terus mengalir, serta konektivitas perdagangan yang semakin kuat, Batam memiliki modal besar untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (P-*/Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025