Truk pengangkut tanah melintas di salah satu jalan raya di Batam dengan muatan yang tidak ditutup terpal, beberapa waktu lalu. (Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos).PRIORITAS, 3/10/26 (Batam): Keluhan warga dan pengguna jalan kembali mencuat di sepanjang ruas Jalan Hang Kesturi, Kecamatan Nongsa, Batam. Pasalnya, ceceran tanah dari kendaraan proyek membuat badan jalan tertutup debu tebal.
Kondisi jalanan makin memburuk saat armada truk pengangkut material melintas dengan kecepatan tinggi.
Kepulan debu beterbangan memangkas jarak pandang pengendara serta mengganggu kenyamanan warga setempat. Warga mengeluhkan paparan polusi tanah yang kian parah saban hari. “Ini jalan umum, bukan hanya kendaraan proyek. Seharusnya sama-sama menjaga kenyamanan,” ujar pengguna jalan, Hardi, Sabtu (3/10/2026).
Selanjutnya, hasil pantauan lapangan menunjukkan dominasi armada truk roda sepuluh mengangkut tanah tanpa penutup bak. Material tanah basah terlempar bebas ke permukaan aspal saat armada melaju.
Gumpalan tanah kering lantas berubah menjadi debu halus begitu digilas kendaraan lain.
Dampak buruk paparan debu bahkan sudah merembet masuk ke dalam rumah-rumah pemukiman warga. Orang tua mengkhawatirkan ancaman gangguan pernapasan (ISPA) yang mengintai anak-anak mereka. “Dampak debu masuk ke rumah, kami khawatir kesehatan anak-anak terganggu,” kata warga sekitar, Anita.
Sementara itu, tumpukan material membuat permukaan jalan menjadi tidak rata serta sangat licin saat hujan. Kerusakan parah terlihat mulai dari depan Kawasan Industri Horizon hingga Simpang Kodja Bahari.
Ruas jalan vital ini merupakan jalur utama lalu lintas warga dan pekerja pabrik harian.
Oleh sebab itu, warga mendesak pengelola proyek untuk segera menutup rapat bak truk muatan. Pihak kontraktor wajib membersihkan ceceran tanah serta mengendalikan laju kecepatan armada proyek. (P-*Ant/Gio R)