
Foto dari udara, kawasan permukiman padat penduduk di Kota Lama, Kota Tanjungpinang, Kepri. (ANTARA/HO-Diskominfo Kepri).PRIORITAS, 3/10/26 (Batam): Pelaksanaan program perumahan bersubsidi dari pemerintah pusat terbukti membawa dampak ganda bagi masyarakat Kepulauan Riau. Pasalnya, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini sukses membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah menargetkan renovasi sebanyak 3.804 unit rumah tidak layak huni sepanjang tahun ini.
Proyek ini menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 7.608 tukang bangunan dan 154 tenaga pendamping. Selain itu, toko bangunan daerah turut meraup untung dari pembelian material semen hingga keramik. “Program perumahan turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi lokal,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Jumat (2/10/2026).
Selanjutnya, proses pengiriman bahan bangunan menuju wilayah pulau-pulau terkecil menghadapi hambatan keterbatasan transportasi laut. Kendala ini makin menantang menjelang masuknya musim hujan pada November mendatang.

Pihak dinas terus mempercepat proses pengerjaan fisik di lapangan agar tuntas tepat waktu.
Target penyelesaian seluruh unit rumah dipatok selesai sebelum tanggal 31 Desember 2026. Pemerintah daerah berkoordinasi erat dengan pusat demi menjaga kelancaran pasokan material ke pulau tujuan.
Sementara itu, sekitar 157.570 keluarga di Kepulauan Riau tercatat masih belum memiliki hunian pribadi. Guna mengatasi masalah tersebut, kuota rumah subsidi terus ditambah hingga mencapai ribuan unit baru.
Realisasi pembangunan rumah murah di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang kini sudah mendekati 100 persen.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah mengusulkan tambahan kuota hingga 5.000 unit rumah subsidi baru. Kemudahan uang muka satu persen sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak. (P-*Ant/Gio R)

