Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
NASIONALEnergi & Sumber Daya

Bahlil targetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik pada 2029-2030

Herling Tumbel2 menit baca
Bagikan
Bahlil targetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik pada 2029-2030
Ilustrasi desa tanpa listrik di Indonesia, masyarakat melakukan keguiatan di malam hari menggunakan penerangan apa adanya. (Courtesy: sindonews.com)

PRIORITAS, 16/10/26 (Karawang, Jabar):Β Pemerintah Indonesia menetapkan target besar untuk memastikan pemerataan akses energi di seluruh penjuru negeri. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia akan teraliri listrik sepenuhnya pada tahun 2029 hingga 2030.

Dikatakan, langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar energi.

Bahlil menjelaskan bahwa perintah Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memastikan semua desa di Indonesia tanpa terkecuali sudah teraliri listrik pada rentang tahun 2029-2030. Pernyataan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (16/10/26), sebagaimana dilansir dari Antara Jumat (16/10/26).

Strategi lewat program Lisdes dan BPBL

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah akan bergerak secara bertahap melalui dua program utama, yaitu program Listrik Desa (Lisdes) dan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Kedua program ini dirancang dengan sasaran yang berbeda agar penyerapan bantuan lebih tepat sasaran.

Program Lisdes difokuskan untuk membangun infrastruktur jaringan listrik di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau sama sekali oleh sirkuit listrik.

Sementara itu, program BPBL menyasar rumah tangga kurang mampu yang wilayahnya sudah memiliki jaringan listrik, namun belum memiliki sambungan atau meteran listrik mandiri di rumah mereka.

Bahlil juga meminta pemerintah daerah berkolaborasi aktif dengan PLN di wilayah masing-masing untuk melakukan validasi data. Pendataan ini penting karena saat ini masih ada jutaan rumah tangga yang tersebar di sekitar 11 ribu desa di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.

Masalah belum meratanya akses listrik ini ternyata tidak hanya didominasi oleh daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Bahlil mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah di Pulau Jawa pun masih ditemukan rumah warga yang belum terpasang listrik.

Tantangan geografis dan akselerasi target

Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dengan meningkatkan volume desa sasaran secara signifikan. Pada tahun 2025, program kelistrikan menyasar sekitar 1.400 desa, dan jumlah ini melonjak drastis menjadi lebih dari 4.000 desa pada tahun 2026.

Meski mengakui adanya tantangan berat di lapangan, seperti kondisi geografis yang sulit dijangkau serta kemampuan ekonomi masyarakat, Bahlil optimistis program ini bisa berjalan agresif secara perlahan.

Pemerataan akses kelistrikan dipandang bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata, melainkan bagian dari perwujudan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. (P-Ant/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami