Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
TOKOHAkulturasiPerempuan

Penerima Anugerah CPTI, Cheryl Tanzil: Dari jurnalis televisi melangkah ke Istana

Rebecca Wilhelmina T4 menit baca
Bagikan
Penerima Anugerah CPTI, Cheryl Tanzil: Dari jurnalis televisi melangkah ke Istana
Cheryl Tanzil, dipercaya sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP). (Dok. Peraga/CPTI)

PRIORITAS, 16/10/26 (Jakarta): Cheryl Anelia Tanzil atau yang lebih dikenal sebagai Cheryl Tanzil, adalah sosok perempuan inspiratif Indonesia yang sukses meniti karier di dua dunia berbeda: jurnalistik dan politik.

Pada 4 Oktober lalu, mantan presenter dan news anchor televisi RCTI dan MetroTV itu menerima penghargaan Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia (CPTI) 2026 bersama lima perempuan keturunan Tionghoa di Aryaduta Menteng, Jakarta, dari Peraga Indonesia.

Berawal dari ketertarikannya pada dunia kreatif, membawanya menempuh pendidikan tinggi di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Universitas Trisakti Jakarta.

Setelah meraih gelar Sarjana Seni (S.Sn.), ia melanjutkan studi di Beijing Culture and Language University dan Shanghai Jiao Tong University, Tiongkok.

Dedikasi di Dunia Jurnalistik

Karier Cheryl berkembang pesat saat memutuskan terjun ke industri media sebagai jurnalis televisi dan news anchor. Ia memulai debut penyiaran tahun 2004 hingga 2008 di RCTI pada desk Sosial serta desk investigasi.

Di awal karirnya menjadi reporter, Cheryl sempat mengalami diskriminasi rasial. Panggilan "Cina" saat itu masih sensitif, berbeda dengan diksi "Cindo" yang kini populer secara santai.

Tantangan sebagai jurnalis keturunan kembali ia rasakan pada dinamika politik tahun 2017. Namun, integritasnya membuktikan hasil; selama tiga tahun berikutnya, billboard profilnya terpampang luas di berbagai lokasi strategis termasuk jalan-jalan utama di Jakarta.

Hijrah ke Metro TV, Cheryl Tanzil menjadi presenter andalan untuk program Metro Pagi, Metro Hari Ini, dan Primetime News.

Pindah ke RTV, ia dipercaya sebagai Head Of News Talent Division untuk membentuk skuad pertama news anchor. Cheryl juga sukses mengasuh program eksklusif "1 Jam Bersama Cheryl Tanzil" dan mewawancarai tokoh nasional seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Jokowi, hingga Prabowo Subianto.

Rekan sejawatnya, termasuk Grace Natalie – mantan jurnalis televisi yang kemudian terjun sebagai politisi di Partai Solidaritas Indonesia – mengenal Cheryl sebagai sosok jurnalis gigih yang selalu menyelesaikan tugas hingga tuntas.

Cheryl Tanzil (kedua dari kiri) di antara para penerima penghargaan Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia (CPTI) dan penyelenggara serta Staf Khusus Menteri Kebudayaan, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi (keempat dari kanan). (Dok. Peraga/CPTI)

Terjun ke Dunia Politik bersama PSI

Setelah lama menyuarakan aspirasi di balik meja berita, Cheryl mengambil langkah besar pada 16 Desember 2022 dengan resmi bergabung menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mengemban amanah sebagai Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

Baginya, saat ini di Indonesia semakin terbuka lebar kesempatan bagi kaum perempuan untuk terjun ke dalam politik praktis. Kesempatan emas ini harus diambil karena secara alamiah, ketika perempuan memperjuangkan aspirasi di parlemen, selain berpihak pada hak perempuan, mereka juga akan selalu tulus berpihak kepada perlindungan anak.

Cheryl kemudian memantapkan langkah untuk “nyaleg” di DPR RI demi membawa aspirasi rakyat terkait urgensi pembenahan sistem pendidikan di Indonesia.

Ia menyoroti peningkatan kuantitas pendidikan memang mengalami kenaikan, mulai dari biaya sekolah gratis dari tingkat PAUD hingga SMA. Namun, Cheryl menegaskan bahwa yang kita butuhkan saat ini adalah kualitas, bukan sekadar angka atau jumlah lulusan, melainkan mutu dari pendidikan itu sendiri.

Jurang pemisah etnis makin berkurang

Sebagai perempuan Tionghoa, Cheryl bersyukur melihat jurang pemisah etnis yang makin berkurang karena masyarakat Indonesia semakin membuka diri. Fenomena bebas berekspresi ini juga turut dipengaruhi tren tontonan drama China (Dracin).

Ia menyarankan agar perempuan Tionghoa aktif ber-akulturasi, selalu berpikir positif, dan menunjukkan rasa cinta tanah air dengan merangkul beragam suku, ras, dan agama tanpa bersikap eksklusif. Kaum muda Tionghoa harus menjadi contoh nyata dari keindahan pembauran budaya tersebut.

Di luar politik, Cheryl menjunjung tinggi family value kaum Tionghoa yang saling support, seperti peran oma-oma yang rela mengurus cucu demi mendukung karir anak.

Sebagai ibu, bersama suami ia menyiapkan anak-anak agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Anak pertamanya yang berusia 14 tahun merupakan anak berkebutuhan khusus, namun berkat terapi intensif kini kondisinya membaik bahkan mampu mengikuti olimpiade sains. Sementara anak keduanya yang berusia 9 tahun aktif menjadi atlet figure skating berprestasi.

Kini, kompetensi Cheryl membawanya masuk ke lingkaran pemerintahan sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP).

Di KSP, ia aktif mendorong reformasi perizinan perfilman nasional agar Indonesia menjadi destinasi shooting internasional, membuktikan bahwa transisi dari jurnalis kritis menjadi pelayan publik mampu membawa perubahan nyata dari dalam sistem demi kemajuan bangsa. (P-rwt)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami