PRIORITAS, 16/10/26 (Roma): Drngan nada tegas, Manajer Tim Lenovo Ducati, Davide Tardozzi, menepis tuduhan yang menyebut bahwa pabrikan asal Borgo Panigale tersebut telah mengarahkan pengembangan motor Desmosedici GP26 hanya untuk mengakomodasi gaya balap Marc Marquez. Di,etahui, isu ini mencuat di tengah dominasi tunggal pembalap berjuluk The Ant of Cervera tersebut di papan atas klasemen.
Faktanya, hingga menyisakan lima seri pemungkas pada musim 2026, Marc Marquez menjadi satu-satunya penunggang Ducati yang berada di lima besar klasemen sementara.
Sebaliknya, pembalap tim satelit VR46, Fabio Di Giannantonio, tertahan di posisi keenam dengan selisih lebih dari 100 poin. Karenanya, ketimpangan performa ini memicu spekulasi di kalangan media bahwa motor GP26 sengaja didesain khusus bagi sang juara dunia sembilan kali.
Hanya isu spekulatif di area paddock
Merespons rumor tersebut seusai gelaran GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Tardozzi mengklarifikasi bahwa kabar tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan hanyalah sebatas isu spekulatif di area paddock.
"Saya sama sekali tidak setuju dengan mereka yang mengklaim Marc Marquez telah mengarahkan pengembangan motor ke arah dirinya sendiri. Itu sama sekali tidak benar. Saya melihat langsung komponen apa saja yang dibawa dan apa yang dipilih oleh para pembalap lain," tegas Tardozzi saat diwawancarai Sky Sport Italy, Jumat (16/10/26), dikutip media.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Ducati memiliki sumber daya yang sangat memadai untuk mengembangkan paket teknis yang berbeda bagi setiap pembalap. Sebagai contoh nyata, Pecco Bagnaia menggunakan desain fairing dan perangkat aerodinamika pada swingarm yang berbeda dengan yang digunakan oleh Marquez. Pendekatan ini juga berlaku bagi pembalap lain seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Capaian yang cukup realistis di Indonesia
Sementara itu, kendati Aprilia tampil dominan dengan mengunci posisi empat besar di Mandalika, Ducati menganggap hasil di Indonesia sebagai capaian yang cukup realistis.
Nyatanya Marc Marquez berhasil mengakhiri akhir pekan dengan tetap menjaga jarak tipis dua poin dari pemuncak klasemen sementara asal Aprilia, Jorge Martin.
Lalu, demikian Beritasatu.com melansir, menghadapi lima seri tersisa yang menyediakan total 185 poin, Ducati tetap optimistis menatap perebutan gelar juara dunia. Terkait kemungkinan Aprilia menerapkan strategi team order melibatkan tim satelit Trackhouse Racing untuk membantu Martin, Tardozzi menilai langkah tersebut sangat wajar dilakukan oleh tim kompetitor dalam situasi perburuan gelar yang begitu krusial. (P-*/hos)








