Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
PertanianDAERAHBelanjaSosial

Cabai Rawit Rp60 Ribu per Kg, Pemprov Sulut Gelar Gerakan Pangan Murah di Manado

Semuel Muhaling3 menit baca
Bagikan
Gerakan Pangan Murah Manado
1 / 2
Infografis gerakan pangan murah di Manado. (P-Istimewa/AI)

PRIORITAS, 16/10/2026 (Manado): Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama Pemerintah Kota Manado menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sparta Tikala, Manado, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, menekan gejolak harga cabai rawit , dan mengendalikan inflasi daerah.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan 3 ton cabai rawit yang didatangkan dari Probolinggo, Jawa Timur. Cabai tersebut dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melibatkan sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), Pemkot Manado, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Satgas Pangan yang turut melakukan pengawasan.

Menurut Tahlis, harga cabai rawit menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi di Sulawesi Utara. Karena itu, penambahan pasokan dari daerah sentra produksi di luar Sulawesi menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan harga di tingkat konsumen.

Pasokan 3 Ton Cabai Rawit Langsung Dijual

Tahlis menjelaskan, pasokan cabai rawit yang disediakan dalam kegiatan tersebut merupakan pengiriman tahap ketiga dari Probolinggo. Cabai tiba di Manado sekitar pukul 14.00 WITA pada hari pelaksanaan dan langsung disalurkan kepada masyarakat.

Pemerintah menetapkan harga jual cabai rawit sebesar Rp60.000 per kilogram. Untuk memastikan distribusi merata, pembelian dibatasi maksimal satu kilogram bagi setiap keluarga.

Pembatasan tersebut diharapkan membuat lebih banyak warga memperoleh manfaat dari program pangan murah, terutama ketika harga cabai masih menjadi perhatian masyarakat.

Tahlis mengatakan pemerintah akan terus berupaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, terlebih menjelang perayaan hari besar keagamaan pada Desember dan pergantian tahun.

Beras, Minyak Goreng, hingga Telur Dijual dengan Harga Terjangkau

Selain cabai rawit, Gerakan Pangan Murah di Lapangan Sparta Tikala juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Berdasarkan informasi penyelenggara, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dijual Rp58.000. Minyak goreng ditawarkan Rp18.000 per botol, sedangkan bawang merah Rp37.000 per kilogram dan bawang putih Rp32.000 per kilogram.

Komoditas lainnya meliputi telur ayam seharga Rp57.000 per baki, ayam Rp34.000 per ekor, serta gula pasir Rp18.000 per kilogram.

Ketersediaan beragam bahan pangan tersebut diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi beban pengeluaran ketika harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.

Pemerintah Berharap Panen Lokal Kembali Meningkat

Tahlis berharap kondisi cuaca yang mulai membaik di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dapat mendukung pemulihan produksi cabai lokal. Jika produksi kembali meningkat, pasokan di pasar diharapkan semakin lancar sehingga tekanan harga dapat berkurang.

Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan ketersediaan komoditas pangan menjelang akhir tahun, ketika permintaan masyarakat berpotensi meningkat.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Bapanas, Bank Indonesia, dan Satgas Pangan, Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas pasokan serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. (P-*/sm)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami