Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
MEGAPOLITANJakarta

Rano Karno sebut 214 sekolah di Jakarta perlu revitalisasi

Rano Karno menyebut sekitar 214 sekolah masuk kajian revitalisasi, sementara efisiensi anggaran memangkas target penanganan pada 2026.

Khalied Malvino2 menit baca
Bagikan
Rano Karno sebut 214 sekolah di Jakarta perlu revitalisasi
DKI Jakarta mengkaji revitalisasi 214 sekolah, tetapi efisiensi anggaran memangkas target penanganan pada 2026 menjadi delapan lokasi. (Courtesy: Antara)

PRIORITAS, 16/10/26 (Jakarta): Sekitar 214 sekolah di DKI Jakarta masuk kajian revitalisasi Pemprov. Namun, efisiensi anggaran memangkas target revitalisasi pada 2026 dari rencana awal 22 menjadi tujuh sekolah, ditambah satu lokasi dengan kerusakan berat di Kebayoran Lama.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan data tersebut saat mengunjungi SDN Cilandak Barat 08, Jakarta, Jumat (16/10/26).

Ia menegaskan pemerintah daerah perlu segera menangani sekolah yang membutuhkan perbaikan.

"Yang sudah, sedang, dikaji tim revitalisasi, mungkin ada hampir 200 lebih yang pernah saya dengar, hampir 214. Nah, itu yang harus segera kita revitalisasi," kata Rano.

Meski kebutuhan perbaikan cukup besar, Pemprov DKI harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan kemampuan anggaran.

Rano menjelaskan, pemerintah semula merencanakan revitalisasi 22 sekolah sepanjang 2026. Namun, kebijakan efisiensi membuat target tersebut turun menjadi tujuh sekolah.

"Sebetulnya, kan, direncanakan tahun ini 22, tapi ada efisiensi, sehingga rencana cuman tujuh," ujar Rano.

Di luar tujuh sekolah tersebut, pemerintah juga perlu menangani satu lokasi di Kebayoran Lama yang mengalami kerusakan berat hingga bangunannya roboh.

Dengan tambahan itu, total penanganan dalam rencana tahun ini mencakup delapan lokasi. Penyesuaian anggaran membuat sejumlah sekolah harus menunggu giliran perbaikan.

Karena itu, Pemprov DKI perlu mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kemampuan fiskal daerah dalam menentukan prioritas revitalisasi.

Bagi Rano, pembaruan infrastruktur sekolah menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan fasilitas belajar.

Terlebih, sejumlah gedung sekolah telah berusia puluhan tahun sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut.

Sejalan dengan upaya tersebut, Rano mengunjungi SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08.

Dalam kunjungan itu, ia meninjau fasilitas sekolah yang telah melalui pembangunan maupun rehabilitasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta memiliki nilai kontrak Rp70,49 miliar.

Kedua proyek tersebut mencakup lahan seluas 4.160 meter persegi dan luas bangunan 9.724 meter persegi.

Sementara itu, rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp31,42 miliar.

Proyek tersebut mencakup lahan seluas 2.200 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 4.529 meter persegi.

Setelah pembangunan dan rehabilitasi rampung, Pemprov DKI berharap pihak sekolah menjaga fasilitas secara berkelanjutan.

Perawatan rutin menjadi bagian penting agar gedung dan sarana pendidikan dapat menunjang kegiatan belajar dalam jangka panjang. (P-*/Khalied M)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami