PRIORITAS, 15/10/26 (Tangerang Selatan): Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyita 18 unit CCTV guna mengusut kasus ledakan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Menyingkap penyebab pasti pemicu ledakan, polisi memeriksa dekoder rekaman guna memastikan keberadaan unsur kesengajaan atau kelalaian murni.
Ledakan keras di gudang pematangan pisang pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut merenggut dua korban jiwa serta melukai 11 warga setempat.
Menjelaskan temuan bukti fisik, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan memimpin langsung pencopotan perangkat kamera visual tersebut.
“Itu tadi CCTV dicopot-copot. Kurang lebih ada 18 ya,” kata Imron Ermawan di lokasi insiden, Kamis (15/10/26).
Mengonfirmasi identitas korban jiwa, pemilik gudang bernama Achmad Tri Prasetyo meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
Merinci data korban selamat, tim medis merawat tiga korban luka berat serta delapan warga luka ringan.
Tim Puslabfor Polri bersama personel gabungan melanjutkan penyisiran area guna menemukan regulator tabung gas elpiji ukuran 52 kilogram.
Menghadapi hambatan penyisiran, petugas terus membongkar puing reruntuhan bangunan gudang.
“Ada beberapa yang kita masih cari di situ seperti regulator gas dan lain-lainnya, kita masih terus upayakan cari seharian ini,” terangnya.
Bencana ledakan terjadi pada Rabu pukul 18.15 WIB dengan menyebarkan buah pisang di area sekitar.
Evakuasi korban terakhir, Tim SAR gabungan menemukan jenazah Riko Eka Putra sebelum membawanya ke Rumah Sakit Umum Tangsel di Pamulang. (P-Khalied M)








