Lompat ke konten
Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking
TOKOH

In Memoriam: Martha Tilaar tanamkan 4 pilar pendidikan karakter untuk anak-cucu

Wafat dalam posisi tertidur dengan tenang

Herling Tumbel3 menit baca
Bagikan
In Memoriam: Martha Tilaar tanamkan 4 pilar pendidikan karakter untuk anak-cucu
Almarhum Martha Tilaar, wafat dalam usia 89 tahun. (Courtesy: Instagram)

PRIORITAS, 15/10/26 (Jakarta):Β Mendiang wirausahawan legendaris sekaligus pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggalkan warisan berharga yang melampaui kerajaan bisnisnya. Kepada anak-anaknya, maestro kecantikan berbasis budaya Indonesia ini menanamkan empat pilar utama pendidikan karakter: kejujuran, inovasi, ketekunan, dan keuletan.

Nilai-nilai luhur ini kini menjadi pegangan kuat bagi generasi penerusnya untuk mengelola warisan sosial sang ibu secara berkelanjutan. Di antaranya adalah pengelolaan Kampung Jamu Organik serta Rumah Martha Tilaar di Kebumen, Jawa Tengah.

"Nilai-nilai itu wajib untuk meneruskan, ada jujur, inovatif, tekun, ulet. Dalam kita hidup kan harusnya begitu. Jadi, bagi future generation Indonesia, harus meneruskan nilai-nilai baik itu," ujar putra mendiang Martha Tilaar, Bryan Tilaar, saat ditemui di rumah duka kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/26).

Pakar kosmetik alam dan pendiri Sariayu ini berpulang dalam usia 89 tahun dengan meninggalkan empat orang anak, yaitu Bryan Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Maharani Tilaar, dan Kilala Esra Tilaar.

Detik-Detik terakhir menjelang wafat

Bryan menceritakan bahwa sebelum mengembuskan napas terakhirnya, sang ibu sempat menjalani pemeriksaan rutin oleh perawat sekitar pukul 04.30 WIB dan denyut jantung serta tensi darahnya masih terdeteksi.

Sebelum meninggal dunia, mendiang juga sempat menitipkan pesan khusus yang menyentuh hati agar putranya senantiasa menjaga kesehatan.

"Pagi-pagi sekitar setengah lima itu sempat dicek oleh perawat, tensi darahnya masih ada. Tapi mungkin sejam habis itu sudah wafat," ungkap Bryan.

Mendiang yang beristirahat demi memulihkan staminanya akhirnya dikonfirmasi oleh petugas medis wafat dalam posisi tertidur dengan tenang.

Harmoni 'Educating' dan 'Beautifying' Indonesia

Di mata keluarga, Martha Tilaar dan sang suami, mendiang Prof. Dr. Henry Alex Rudolf (H.A.R.) Tilaar, merupakan pasangan serasi yang saling melengkapi dalam membangun rumah tangga maupun kontribusi sosial bagi Indonesia.

Bryan menggambarkan bagaimana perbedaan fokus di antara kedua orang tuanya melahirkan kolaborasi hebat demi kemajuan tanah air.

"Kalau almarhum ayah saya bicara mengenai educating Indonesia (mendidik Indonesia), kalau ibu bicara mengenai beautifying Indonesia (mempercantik Indonesia)," kenang Bryan.

Sebagai seorang social entrepreneur (wirausaha sosial) sejati, Martha Tilaar dikenal konsisten mengembangkan industri kecantikan yang berbasis pada kekayaan kebudayaan dan alam Indonesia.

Bryan menegaskan komitmen seluruh keluarga besar untuk terus rukun dan bersama-sama meneruskan cita-cita serta nilai kehidupan yang selama ini melekat pada sosok ibunya.

"Jadi kami tetap melanjutkan semuanya bareng-bareng," tegasnya.

Bryan Tilaar, putra tertua mendiang Martha Tilaar. (Courtesy: Antara)

Dimakamkan di San Diego Hills

Diketahui, Martha Tilaar lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, pada tanggal 4 September 1937, dengan namaΒ Martha Handana (Tjhie Pwee Giok).

Mendiang Martha Tilaar dijadwalkan akan dikebumikan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

Menurut keterangan Bryan, area pemakaman tersebut sebenarnya sudah disiapkan dan dipesan sejak tahun 2010 sebagai kompleks makam keluarga.

Mendiang suaminya, H.A.R. Tilaar, serta orang tua dari Martha Tilaar juga telah beristirahat di area yang sama. (P-Ant/hdt)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami