Wagub Rano Karno akan berkantor di Kota Tua untuk awasi proses revitalisasi

2 menit membaca

PRIORITAS, 7/5/26 (Jakarta): Kawasan Kota Tua, Jakarta, akan direvitalisasi. Selama proses revitalisasi itu, Rano Karno akan berkantor di sana. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.


Hal itu diungkapkan Denny Aputra, Rabu (6/5/26), seperti dilansir dari Antara Kamis (7/5/26). Denny menjabat Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.

Diterangkan, pekerjaan revitalisasi kawasan Kota Tua diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai Kota Global.

Kawasan Kota Tua memiliki luas sekitar 334 hektare. Ini bukan kali pertama dilakukan revitalisasi. Revitalisasi pertama dilakukan pada 1971-1977. Itu meliputi Taman Fatahillah, Kali Besar, Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik, Gedung Museum Sejarah Jakarta, Museum Bahari dan gugus Pulau Onrust.


Revitalisasi kedua pada 2004-2006, mencakup peresmian Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia.

Kemudian, revitalisasi ketiga berlangsung pada 2013. Kali ini revitalisasi menyasar Gedung Kantor Pos Fatahillah dan beberapa gedung milik BUMN.

Lalu, pada 2016-2018, revitalisasi meliputi Lokbin Taman Kota Intan dan Kali Besar sisi selatan.

Revitalisasi kelima dilakukan pada 2022. Mencakup Stasiun Beos dan penataan parkir park and ride.

Mengawasi langsung

Salah satu bangunan di Kota Tua merupakan Kantor Gubernur zaman penjajahan Belanda. Kemungkinan Wagub Rano Karno akan berkantor sementara di gedung ini selama mengawasi proses revitalisasi Kota Tua. (Beritaprioritas/ht)

Sebelumnya, Rano mengungkapkan tujuannya berkantor di Kota Tua. Ia akan mengawasi secara langsung proses revitalisasi kawasan tersebut. Ia pun mengaku sudah membentuk kelompok kerja (Pokja). Pokja itu sebagai sarana untuk berkoordinasi agar revitalisasi berjalan dengan baik.

Melalui proses revitalisasi tersebut, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona:  Zona inti, zona pengembangan dan zona penunjang.

Dalam proses revitalisasi Kota Tua itu, Rano menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengutamakan pembangunan area parkir dan pedagang kaki lima (PKL).

Dikatakan, revitalisasi Kota Tua itu diproyeksikan sebagai tempat wisata bagi kalangan masyarakat menengah. Untuk menuju ke sana, mereka dapat memanfaatkan akses transportasi menggunakan KRL atau MRT.

Rano juga menyebutkan, revitalisasi itu juga menjadi upaya mengembalikan identitas Jakarta. Upaya itu sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya. (P-*/hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan