Keren! Penerima beasiswa Garuda berhasil bangun ‘startup’ di AS, raih pendanaan Rp8,5 miliar

Harley DT
Kamis, 1 Oktober 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 1/10/26 (Jakarta): Clarissa Aurelia Nahid Saputra, salah satu mahasiswa berprestasi penerima Beasiswa Garuda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) batch 1 tahun 2025, sukses mengukir prestasi internasional.


Sembari menempuh studi di University of California San Diego (UC San Diego), Amerika Serikat, ia berhasil mengembangkan startup teknologi dan meraih pendanaan total mencapai USD550.000 (sekitar Rp8,5 miliar).

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (1/10/26), Clarissa membagikan ceritanya membangun Clean AI Labs (tryclean.ai). Startup dengan model bisnis Business-to-Business (B2B) ini dikembangkan Clarissa bersama rekan-rekannya untuk membantu perusahaan menemukan calon pembeli.

Sistem Clean AI Labs bekerja dengan menganalisis data riil aktivitas bisnis, mulai dari data pengiriman, perizinan, hingga dinamika pergantian pemasok.


Berkat inovasi tersebut, mereka sukses mengamankan pendanaan awal sebesar USD50.000 dari Jackson Square Ventures dan USD500.000 dari akselerator global ternama, Y Combinator.

Lolos di 14 kampus  top dunia

Sebelum memutuskan kuliah di AS, alumni SMAN Unggulan MH Thamrin—yang kini masuk ke dalam ekosistem Sekolah Unggul Garuda—ini sempat mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari 14 perguruan tinggi bergengsi di dunia.

Beberapa di antaranya adalah National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), UC San Diego, UC Davis, University of Edinburgh, dan King’s College London.

“Pada akhirnya, saya memilih Garuda karena memberikan kesempatan untuk belajar di Amerika Serikat, persisnya di UC San Diego, karena mempertimbangkan kesesuaian dengan minat dan tujuan studi saya,” ujar Clarissa, sebagaimana dilansir dari Antara.

Dampak sosial Beasiswa Garuda

Bagi Clarissa, Beasiswa Garuda tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga membuka jejaring sosial yang luar biasa. Selama setahun di Amerika Serikat, ia aktif dalam riset robotika, mengikuti berbagai ajang hackathon, serta membangun relasi global.

“Lewat beasiswa ini, saya bisa ketemu teman-teman yang sangat ambisius, dan saya sangat senang berbicara dengan mereka tentang hal-hal yang sedang terjadi di Indonesia maupun dunia global,” ungkapnya.

Ke depannya, Clarissa berencana memperdalam bidang robotika dan AI hardware, serta memperluas dampak teknologi yang sedang ia kembangkan.

Komitmen pemerintah cetak talenta global

Menanggapi capaian ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan prioritas utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Brian menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda dirancang khusus untuk menjaring talenta terbaik bangsa agar bisa mengenyam pendidikan kelas dunia.

“Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” kata Brian Yuliarto.

Sebagai langkah strategis, mulai tahun 2026 pemerintah resmi memperluas skema Beasiswa Garuda melalui program joint degree dan double degree dengan universitas luar negeri.

Pada periode 2025/2026 sendiri, program ini tercatat telah memberangkatkan lebih dari 400 talenta muda Indonesia ke berbagai perguruan tinggi top dunia. (P-Ant/hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan