Bahas kejahatan lintas negara hingga keamanan kawasan, 5 negara perkuat penegakan hukum maritim di Manado

Sem Muhaling
Jumat, 8 Mei 2026
3 menit membaca


PRIORITAS, 8/5/26 (Manado): Lima negara Asia Tenggara perkuat kerja sama keamanan laut melalui forum Maritime Law Enforcement Dialogue Delegates (MLED) yang digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara. Forum tersebut mempertemukan delegasi dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand untuk membahas penguatan penegakan hukum maritim serta penanganan berbagai tindak pidana lintas negara di kawasan perairan Asia Tenggara.

Kegiatan berlangsung di Kantor Zona Tengah Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan menjadi salah satu forum strategis regional dalam menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks, mulai dari penyelundupan lintas negara, perdagangan manusia, pencurian ikan ilegal, hingga ancaman keamanan lingkungan laut.

Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya mengatakan forum MLED menjadi wadah penting untuk memperkuat interaksi dan koordinasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara. “Maritime Law Enforcement Dialogue Delegates memberikan kesempatan berinteraksi menguatkan kawasan dalam menjaga perairan ataupun hal-hal lain yang terkait dengan tindak pidana tertentu,” ujar Teguh dalam dialog tersebut.


Kerja sama penting karena tantangan keamanan laut

Menurut Teguh, kerja sama lintas negara menjadi sangat penting mengingat tantangan keamanan laut saat ini tidak bisa ditangani secara parsial oleh satu negara saja. Ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat terjaga melalui koordinasi yang kuat dan pertukaran informasi yang intensif antarnegara.

Forum MLED juga membahas berbagai isu strategis lain seperti keamanan lingkungan maritim, penanganan kemanusiaan di laut, hingga penguatan kapasitas aparat penegak hukum maritim di kawasan ASEAN. Dialog tersebut mendapat dukungan dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang selama ini aktif mendukung penguatan keamanan laut di kawasan Asia Pasifik.

Teguh menilai, kawasan Asia Tenggara sejauh ini masih tergolong kondusif karena adanya kerja sama yang kuat di antara negara-negara ASEAN. Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman di sektor maritim terus berkembang dan membutuhkan respons bersama yang lebih solid.

“Kami melihat di wilayah kita di kawasan Asia Tenggara khususnya sangat baik, kondusif karena memang kerja sama kita sangat kuat dalam kawasan dan dengan organisasi ASEAN,” katanya.

Baca juga: Drone laut gegerkan Lombok, TNI AL lakukan investigasi

Penting karena posisi strategis Asia Tenggara

Penguatan dialog keamanan laut ini dinilai semakin penting mengingat posisi strategis Asia Tenggara sebagai jalur perdagangan internasional dan kawasan perlintasan laut tersibuk di dunia. Sejumlah wilayah perairan ASEAN juga masih rawan tindak kriminal lintas batas seperti penyelundupan narkotika, perompakan, hingga praktik penangkapan ikan ilegal.

Selain itu, seperti dilansir dari Antaranews, kawasan perairan Sulawesi Utara sendiri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga dan berada di jalur pelayaran internasional. Kondisi tersebut membuat pengawasan laut menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia melalui Bakamla RI dan instansi terkait lainnya.

Forum MLED di Manado diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta penyusunan langkah bersama dalam menjaga keamanan laut kawasan Asia Tenggara ke depan.(P-sem)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan