Lompat ke konten
Rabu, 14 Oktober 2026
Breaking
NASIONALParlemen

Ketua DPR desak perlindungan 40 ribu korban ISPA akibat karhutla

Ancaman serius kabut asap di tujuh provinsi prioritas

Khalied Malvino2 menit baca
Bagikan
dok-dpr-puan-maharani-jurnalis-hilang-kontak
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Courtesy: DPR RI)

PRIORITAS, 14/10/26 (Jakarta): Ketua DPR RI Puan Maharani merespons lonjakan ISPA akibat karhutla yang menembus angka 174.694 kasus di berbagai daerah.

Menyerukan aksi nyata, Puan mendesak pemerintah tak sekadar berfokus pada pemadaman titik api, tetapi wajib menjamin kesehatan dan keselamatan warga korban kabut asap.

Puan menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas penderitaan masyarakat di daerah bencana.

Menilai ancaman kabut asap, kepulan asap pekat melumpuhkan aktivitas harian sekaligus meningkatkan risiko ancaman jiwa bagi anak-anak dan kelompok lansia.

“Karhutla yang terjadi di berbagai daerah sampai sekarang masih belum bisa diatasi. Banyak masyarakat telah merasakan dampaknya baik dari sisi kesehatan, keamanan, dan sosial,” ungkap Puan melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/26).

Laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 174.694 warga menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi prioritas sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. 

Memaparkan data krisis, angka penderita mencakup 40.363 anak balita yang mengalami gangguan pernapasan parah. Pekatnya kabut asap turut memicu musibah kehilangan nyawa di kawasan Kalimantan.

Merinci data kematian, Kemenkes mencatat empat warga meninggal dunia akibat ISPA, yakni tiga korban di Kalimantan Tengah serta satu korban di Kalimantan Barat per 9 September 2026.

“Pemerintah pusat dan daerah harus memperkuat agenda perlindungan masyarakat selama Karhutla berkepanjangan,” tegas Puan.

Mendorong koordinasi lintas sektor, Puan meminta pembagian peran jelas antarlembaga dalam menyalurkan bantuan darurat bagi warga.

Mengawal kebijakan penanganan, Puan mengerahkan komisi terkait guna memastikan seluruh korban karhutla mendapatkan fasilitas medis memadai secara berkelanjutan. (P-*/Khalied M)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami