Ancaman asap karhutla Batam masih tinggi, haruskah anak-anak belajar dari rumah?

Giovanni Riung
Jumat, 2 Oktober 2026
HUMANIORA 0 79
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/10/26 (Batam): Ancaman sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengintai sebagian besar wilayah Kepulauan Riau. Pasalnya, kondisi udara kabur mendominasi kawasan Kepri selama dua hari ke depan.


Prakiraan cuaca resmi ini berlaku mulai Jumat (2/10/2026) hingga Sabtu (3/10/2026).

Fenomena asap ini berpotensi kuat memangkas jarak pandang serta mengganggu kesehatan pernapasan warga. Warga diminta mewaspadai paparan polusi saat melakukan aktivitas di ruang terbuka. “Masyarakat diimbau mewaspadai potensi sebaran asap karhutla karena mengganggu jarak pandang dan kesehatan,” tulis laporan resmi BMKG Hang Nadim Batam, Jumat (2/10/2026).

Kondisi Udara Kabur Meliputi Batam, Tanjungpinang, Hingga Natuna

Selanjutnya, kondisi cuaca di Kepri secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Kendati demikian, potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang tetap berpeluang terjadi di beberapa titik.


Wilayah Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun tercatat berpotensi mengalami guyuran hujan ringan pada waktu tertentu.

Namun, fenomena udara kabur merata di Batam, Lingga, Natuna, hingga Kepulauan Anambas. Suhu udara wilayah Kepri berada pada rentang 23 hingga 33 derajat Celsius.

Hembusan Angin Arah Selatan Membawa Partikel Asap ke Seluruh Daerah

Sementara itu, pergerakan angin bertiup dari arah selatan dan barat daya menuju kawasan Kepri. Kecepatan angin bergerak stabil pada kisaran 2 hingga 15 kilometer per jam.

Kondisi hembusan angin ini turut mendorong pergerakan partikel asap di udara.

Oleh sebab itu, kesiapsiagaan masyarakat dan penggunaan masker tetap menjadi imbauan utama di lapangan. Pengawasan kondisi cuaca akan terus dilakukan demi mengantisipasi dampak buruk karhutla. (P-*Ant/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan