PRIORITAS, 17/10/26 (Buntok, Kalteng): Kepolisian Resor Barito Selatan (Polres Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar Shalat Istisqa dan Doa Lintas Agama di halaman Mako Sat Samapta Polres Barsel, Jalan Tugu Buntok, Jumat (16/10/26) pagi.
Aksi spiritual bersama yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menjadi bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang serta pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur pemerintah daerah, Pejabat Utama beserta personel Polres Barsel, ASN, hingga tokoh agama, masyarakat, dan pemuda.
Pelaksanaan Shalat Istisqa dipimpin Ustaz H. Ahmad Subhan, S.Pd.I. Sementara itu, doa bersama umat Kristiani dipimpin Pdt. Samuel Anugrah, M.Th, sedangkan warga pemeluk Hindu dan Buddha memanjatkan doa di tempat ibadah masing-masing.
Masyarakat Barsel satukan tekad
Kapolres Barsel, AKBP Eko Mardianto, mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan tekad dan permohonan melalui ibadah agar rahmat berupa presipitasi atau proses turunnya hujan segera mencurahi daerah tersebut.
"Menjadikan doa dan ibadah sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan yang bermanfaat dan penuh berkah, disertai kepedulian terhadap lingkungan serta sesama," kata Eko.
Ustaz H. Ahmad Subhan menilai inisiatif jajaran kepolisian ini merupakan respons cepat terhadap situasi daerah yang kian mengkhawatirkan.
Menurutnya, ekosistem di Barito Selatan saat ini memang sedang mengalami tekanan berat akibat cuaca ekstrem.
"Pelaksanaan Shalat Istisqa pagi tadi adalah bentuk kepedulian terhadap situasi yang cukup memprihatinkan saat ini, di mana kondisi alam di Barito Selatan sedang tidak baik-baik saja," ujar Ahmad Subhan saat diwawancarai Beritaprioritas.com.
Ia secara khusus memanjatkan permohonan agar Barito Selatan terbebas dari ancaman kebakaran lahan yang memicu polusi udara fatal bagi kesehatan warga.
"Doa terkhusus buat Barsel agar aman, nyaman, serta terhindar dari kebakaran pemicu asap. Dampak kabut ini sudah menyusahkan banyak saudara kita untuk bernapas," tutur Sang Ustaz.
Terus berdoa menyerahkan diri kepada Allah
Mengenai durasi musim kering yang melanda, Ahmad Subhan menegaskan tidak ada satu pun pihak yang mampu memprediksi secara pasti kapan fenomena ini akan usai.
"Tidak ada yang dapat memastikan kapan kemarau panjang berakhir. Kami mengimbau warga terus berdoa menyerahkan diri kepada Allah, sembari mendukung kegigihan para petugas di lapangan dalam menanggulangi karhutla," tegasnya.
Rangkaian acara ibadah dan doa bersama tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mempererat toleransi antarumat beragama di Barito Selatan. (P-Ahmad Arbani)








