
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/26). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
PRIORITAS, 2/10/26 (Jakarta) : Pelatih Timnas Indonesia John Herdman akan kembali bertemu dengan pelatih Thailand Anthony Hudson dalam Final FIFA ASEAN CUP 2026, Sebin (5/10/26) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Dua arsitek tersebut kerap bertemu saat keduanya menangani tim dari negara Amerika Utara. Herdman menangani Kanada dan Hudson dengan Timnas Amerika Serikat.
Herdman mengaku sangat antusias menantikan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand yang ditangani Hudson.
Dia tau bagaimana saya bermain

“Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan,” kata Herdman dalam jumpa pers setelah kemenangan 9-2 atas Bangladesh di SUGBK, Kamis (1/10/26).
Dulunya, Hubson pelatih yang menangani Thailand sejak Oktober tahun lalu tersebut adalah seorang asisten pelatih Amerika Serikat, yang ketika itu ditangani Gregg Berhalter, dari Juli 2020 sampai Januari 2023.
Pada periode itu, Herdman yang masih tangani Kanada bertemu Amerika Serikat tiga kali, dengan tiga pertemuan itu menghasilkan satu kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan untuknya.
Dua orang Inggris adu taktik
“Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus,” kata Herdman soal pertemuannya dengan Hudson yang merupakan sesama pelatih asal Inggris.
Selain berbicara mengenai lawan di final, Herdman juga menilai tim asuhannya masih terus berkembang karena para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama.
Menurut dia, proses membangun chemistry membutuhkan waktu dan turnamen seperti FIFA ASEAN Cup menjadi bagian penting dari perkembangan sebuah tim.
Herdman mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari dua pertandingan terakhir Indonesia, di mana ia melihat timnya menunjukkan karakter berbeda dalam menghadapi situasi di lapangan.
“Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk,” kata pelatih 51 tahun itu.
“Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol,” tambah dia, dikutip Inilah.com8.
Lebih lanjut, ia juga turut merespon dukungan suporter yang meneriakkan namanya setelah pertandingan dengan, “John Herdman, John Herdman, John Herdman”.
“Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah,” ucap dia.(P-*/wr)

