Perkuat ekonomi perbatasan, Talaud dan Filipina Selatan bahas investasi hingga perdagangan lintas batas

Sem Muhaling
Jumat, 2 Oktober 2026
DAERAH EKBIS 0 65
3 menit membaca

PRIORITAS, 2/10/26 (Manado): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah wilayah Filipina Selatan.


Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Investasi di Daerah Perbatasan Indonesia dan Filipina. Kegiatan yang digelar di Restoran Seafood City Extra, Kalasey, Kabupaten Minahasa, berlangsung Rabu (30/9/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung mulai sekitar pukul 17.00 WITA itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta delegasi dari wilayah Filipina Selatan.

Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah hadir bersama Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, SE. Sementara dari pihak Filipina hadir Wali Kota Governor Generoso, Davao Oriental, Filipina, Juanito C. Inojales bersama sejumlah anggota delegasi.


Perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi

Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Talaud, antara lain Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K., dan Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud Andi Fitriana, S.H., M.H.

Sejumlah pemangku kepentingan lainnya juga mengikuti forum, termasuk Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara Ronald Sampel, unsur Karantina, Bea Cukai dan Imigrasi, Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Ketua TP-PKK, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, perwakilan BKSAUA Irwan Hasan, S.E., Wakil Ketua Kadin Sulut, serta tokoh masyarakat Talaud.

Dalam sambutannya, Bupati Welly Titah menekankan pentingnya membangun hubungan yang produktif dan berkelanjutan di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina.

Menurut dia, wilayah perbatasan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek kedaulatan dan keamanan negara. Kawasan tersebut juga memiliki potensi ekonomi yang butuh pengembangan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, penguatan komunikasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan penting agar pengelolaan potensi ekonomi perbatasan dapat lebih terarah. Bahkan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang hidup dan beraktivitas di kawasan tersebut.

Perikanan hingga perdagangan lintas batas

Pembahasan bersama Walikota Governor Generoso Juanito C. Inojales turut menyoroti pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi secara berkesinambungan antara kedua wilayah.

Kedua pihak membahas berbagai peluang dan persoalan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat di kawasan perbatasan. Isu yang mengemuka antara lain pengelolaan sumber daya perikanan, perdagangan hasil laut, keselamatan pelayaran, koordinasi aktivitas nelayan, hingga mekanisme perdagangan lintas batas.

Pembahasan tersebut menjadi penting mengingat aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat, keamanan, serta hubungan sosial antara komunitas yang berada di kedua negara.

Setelah seluruh agenda pembahasan selesai, kegiatan berlanjut dengan ramah tamah dan makan malam bersama.

Para peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara pemangku kepentingan dari Indonesia dan Filipina. (P. Nelson Sangadi)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan