
Cristian Chivu bereaksi di tepi lapangan saat Inter Milan menghadapi Lecce dalam laga Serie A di Stadio Via del Mare, Lecce, Sabtu (21/2/26). (Courtesy: Getty Images)PRIORITAS, 24/2/26 (Milan): Tekanan besar menanti Inter Milan di Milan. Mereka tertinggal 1-3 dari Bodo/Glimt.

Leg kedua digelar di Stadion Giuseppe Meazza. Laga berlangsung Selasa malam waktu setempat.
Pelatih Cristian Chivu tetap percaya diri. Ia menilai timnya mampu membalikkan keadaan.
“Kami harus membalikkan keadaan, tapi tanpa kehilangan keseimbangan atau kepercayaan diri kami. Kemasukan sebuah gol juga tidak berarti apa-apa,” kata Chivu dikutip dari laman resmi klub, Senin (23/2/26).

Inter butuh menang selisih tiga gol. Target itu demi tiket 16 besar. Chivu tak melihat perlunya perombakan besar. Dia menyebut tim hanya butuh penyesuaian kecil.
“Sepak bola tidak bisa diprediksi. Apa yang dibutuhkan adalah kedewasaan, ketenangan, karakter, organisasi, dan keseimbangan. Dan, tentu saja, kualitas individu,” ujar dia menambahkan.
Kekalahan di Norwegia disebut jadi pelajaran. Namun laga di kandang tetap berat.
Chivu menilai pemain paham situasi. Ia tidak merasa perlu memberi motivasi berlebih.
“Anda tidak perlu memotivasi mereka terlalu banyak; mereka tahu betapa pentingnya ini. Jika ada tim yang bisa membalikkan keadaan, itu adalah kami, tapi dengan hormat kepada Bodo, yang bisa menang di Madrid (vs Atletico) di mana tidak bisa kami lakukan,” pungkasnya.
Inter kini bertaruh harga diri. Meazza jadi panggung penentuan nasib. (P-Khalied M)

