Pemimpin Iran, Ali Khamenei, dilaporkan berencana melarikan diri ke Rusia akibat aksi unjukrasa masyarakat Iran semakin meluas.(iranint’l)PRIORITAS, 5/1/26 (London): Gelombang aksi unjukrasa masyarakat yang terus meluas hingga hari kedelapan, memaksa pemimpin Iran, Ali Khamenei, berencana melarikan diri ke Moskow jika kerusuhan di Iran meningkat.
“Berdasarkan penilaian intelijen, Ali Khamenei telah mempertimbangkan rencana darurat untuk meninggalkan Iran dan pindah ke Rusia, jika kerusuhan domestik meningkat dan pasukan keamanan tidak mampu mengendalikan protes”, demikian lapor media Iran International seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Senin (5/1/2026).
Rencana pelarian Ali Khamenei ini muncul menyusul situasi demonstrasi masyarakat tidak ada tanda-tanda mereda. Bahkan laporan teakhir unjukrasa sudah pecah di 26 propinsi dari 31 propinsi di Iran.
Massa semakin berani melawan polisi dan tentara Iran yang bertindak brutal menembak dengan peluru tajam.
Beredar informasi tentara dan pengawal revolusi (IRGC) atau pasukan keamanan lainnya di sejumlah wilayah sedang runtuh, tidak patuh, atau tidak mampu melaksanakan perintah.
Menurut surat kabar Inggris The Times, dalam situasi seperti itu, Ali Khamenei bermaksud meninggalkan Teheran dengan lingkaran terbatas sekitar 20 anggota keluarga dan rekan dekat, termasuk putranya Mojtaba Khamenei.

Seorang polisi Iran membakar gambar Ali Khamenei. Aksi protes masyarakat Iran masih terus berlanjut hingga hari ke delapan ini.(@osint613)
Dekat dengan Putin
Sumber-sumber intelijen mengatakan tujuan Khamenei kemungkinan besar adalah Moskow, Rusia, sebuah tempat yang menurut mereka dipilih karena kedekatan politiknya dengan Vladimir Putin dan kurangnya pilihan aman lainnya.
Rencana tersebut, meniru mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang melarikan diri ke Rusia sebelum jatuhnya Damaskus pada tahun 2024 lalu.
Laporan tersebut selanjutnya menyatakan Khamenei memiliki jaringan aset yang luas di dalam dan di luar Iran, beberapa di antaranya dikelola melalui entitas seperti “Markas Besar Eksekutif Komando Imam”.
Mengutip investigasi Reuters sebelumnya, Times memperkirakan nilai aset-aset ini mencapai puluhan miliar dolar.
Penggalangan likuiditas dan sumber daya keuangan untuk memfasilitasi jalan keluar yang aman juga merupakan bagian dari skenario ini.
The Times juga mengutip penilaian dari sebuah badan intelijen Barat yang menggambarkan kondisi fisik dan mental pemimpin Republik Islam sebagai “lebih lemah” setelah perang 12 hari dengan Israel.
Penilaian tersebut menggambarkan Khamenei sebagai pemimpin yang “paranoid,” sebuah sifat yang berperan dalam membentuk rencana pengunduran dirinya.
“Di satu sisi, ia sangat ideologis, dan di sisi lain, ia pragmatis dalam perhitungannya, menerima kompromi taktis untuk tujuan yang lebih besar dan jangka panjang,” kata laporan itu.

Baliho besar bergambar pemimpin Ayatolah Ali Khamenei di sebuah jalan raya di Iran dibakar massa pengunjukrasa.(@hunterofnazis)
Poros perlawanan
Tahun 1981, Khamenei selamat dari upaya pembunuhan. Peristiwa gagal itu, memperkuat keyakinan Khamenei ia memiliki misi ilahi untuk memimpin Iran, menghadapi Israel dan Barat, dan mempertahankan rezim dengan segala cara.
Menurut publikasi tersebut, Khamenei menganggap dirinya sebagai pemimpin Syiah dunia dan membenarkan investasinya dalam “poros perlawanan”.
Dalam poros itu, Iran membantu Hizbullah di Lebanon, militan Hamas di Gaza, dan kelompok serta milisi Syiah di Irak, Suriah, dan Houthi Yaman.
Laporan ini diterbitkan bertepatan dengan protes besar nasional di Iran, yang telah berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.
Iran juga menghadapi tekanan ekonomi, inflasi, serta ketidakpuasan sosial telah menyebabkan salah satu gelombang protes paling luas dalam beberapa tahun terakhir.
Aksi protes nasional di Iran berlanjut untuk hari kedelapan dengan cakupan kerusuhan telah mencapai 222 lokasi di 78 kota dari 26 provinsi.
Jumlah penangkapan para pengunjurasa juga telah meningkat menjadi sekitar seribu orang dan angka demonstran yang tewas telah menjadi setidaknya 19 orang. (P-Jeffry W)