Memahami faktor pemicu, penting untuk cegah kekambuhan eksim

Armin Mandika
Minggu, 4 Oktober 2026
KESRA 0 61
2 menit membaca

PRIORITAS, 4/10/26 (Jakarta): Eksim dapat berlangsung dalam jangka panjang dan berulang sehingga perlu memahami faktor pemicu menjadi bagian penting dalam mencegah kekambuhan.

“Penanganan eksim bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial. Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien. Perlu diingat, mencegah kekambuhan eksim melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eksim saat kambuh,” ungkap Spesialis Kulit dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Menurut dokter lulusan Universitas Padjajaran itu perjalanan setiap pasien dengan eksim dapat berbeda karena faktor genetik, kondisi kulit, lingkungan, hingga perubahan yang terjadi dalam tubuh dapat berperan dalam muncul atau memburuknya flare-up atau gejala yang memburuk.

Dikatakanna, mengenali pola dan kondisi kulit masing-masing menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim. Kebutuhan kulit juga dapat berubah dalam berbagai fase kehidupan sehingga kondisi dan kebutuhan kulit seseorang tidak selalu sama dari waktu ke waktu.

Adapun perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk pada fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause, menjadi salah satu konteks yang perlu dipahami karena kondisi dan kebutuhan kulit seseorang dapat berubah.

Sehingga pengelolaan eksim tidak hanya berkaitan dengan kondisi kulit ketika gejala muncul. Dermatolog ERHA Ultimate itu turut menyebut kondisi juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kondisi emosional, sementara keluarga turut mendampingi pasien dalam menjalani perawatan.

Selanjutnya seorang ibu yang mendampingi anak dengan eksim, Fitri Said, turut membagikan pengalaman dalam memahami perubahan pada kulit, menghadapi periode flare-up, menyesuaikan aktivitas sehari-hari, hingga menjalani proses perawatan.

Adapun pengalaman tersebut menunjukkan bahwa eksim dapat menjadi perjalanan yang turut dialami oleh orang-orang terdekat pasien. Dukungan keluarga dapat hadir melalui proses memahami kondisi pasien, membantu mengenali kebutuhan sehari-hari, serta mendampingi perjalanan perawatan dalam jangka panjang.

Untuk pembahasan mengenai eksim tersebut disampaikan dalam talkshow “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” yang digelar dalam rangka memperingati World Atopic Eczema Day 2026 di ERHA Center Iskandarsyah, Jakarta, pada Jumat (25/9/26).(P-*/am)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025