Tonton Youtube BP

Jet supersonik Amerika Serikat terbaru X-59 berhasil terbang tanpa suara

Jeffry Wuisan
31 Oct 2025 21:24
3 minutes reading

PRIORITAS, 31/10/25 (Palmdale, California): Jet supersonik Amerika Serikat terbaru X-59 berhasil terbang tanpa suara dari Pangkalan Angkatan Udara AS 42 di Palmdale, California.

Pesawat jet revolusioner hasil kerjasama Lockheed Martin Skunk Works dan NASA ini,  menjadi tonggak sejarah penting Amerika Serikat, karena dirancang untuk membuka jalan bagi penerbangan udara jet supersonik komersial yang lebih cepat namun senyap.

“Pesawat ini merupakan bukti inovasi dan keahlian tim gabungan kami, dan kami bangga menjadi yang terdepan dalam pengembangan teknologi supersonik senyap”, Wakil Presiden dan Manajer Umum Lockheed Martin Skunk Works, OJ Sanchez, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari situs Lockheed Martin, hari Jumat (31/10/25).

Penerbangan perdana X-59 lepas landas dari fasilitas Skunk Works di Pangkalan Angkatan Udara AS 42, sebelum mendarat di dekat Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA di Edwards, California.

Dalam uji coba awal, X-59 melakukan penerbangan rendah dengan kecepatan sekitar 240 mph atau 386 km perjam.

Namun NASA dan Lockheed Martin menargetkan pesawat tersebut,  dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 925 mph atau 1488,6 km perjam pada fase pengujian berikutnya.

Dengan kecepatan supersonik itu, pesawat itu sudah kelebihi kecepatan suara 1 mach, yang  hanya 761 mil per jam atau 1225 km per jam.

Pesawat jet supersonik X-59 NASA yang senyap terbang perdana di pangkalan udara AS 42 di Palmdale, California, AS, 28 Oktober 2025.(lockheedmarthin)

“X-59 adalah simbol kecerdikan Amerika. Semangat Amerika tak mengenal batas. Ini bagian dari DNA kami,  hasrat untuk melangkah lebih jauh, lebih cepat, dan bahkan lebih senyap daripada yang pernah dicapai siapa pun sebelumnya. Karya ini memperkuat posisi Amerika sebagai pemimpin dalam penerbangan dan berpotensi mengubah cara masyarakat terbang,” ujar Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy.

Tanpa dentuman

X-59 memang memiliki kemampuan menembus batas suara dengan menghasilkan dentuman pelan,  tidak seperti pesawat supersonik konvensional, Concorde, yang mengeluarkan dentuman keras (sonicboom).

Pesawat penumpang Concorde dikembangan Inggris dan Perancis, namun dihentikan operasinya tahun 2003 setelah terbang 23 tahun sejak tahun 1976, karena butuh biaya tinggi.

Berbeda dengan X-59,  adalah pesawat supersonik unik yang dirancang untuk kemampuan terbang dengan kecepatan supersonik,  sekaligus meredam ledakan sonik menjadi hentakan halus.

NASA menyebut suara yang dihasilkan menyerupai ‘suara pintu mobil yang tertutup’.

Dengan demikian, X-59 bertujuan untuk mengatasi salah satu hambatan utama penerbangan komersial supersonik, yang saat ini dibatasi di darat karena masalah kebisingan.

Pesawat supersonik X-59 NASA yang senyap terparkir di landasan Lockheed Marthin Skunk Work di Palmdale, California, AS.(nasa)

Jet terbaru X-59 juga dirancang untuk terbang di ketinggian jelajah 55.000 kaki atau sekitar 16800 meter—hampir dua kali lipat ketinggian pesawat komersial, yang rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu kaki (sekitar 9000-12000 meter).

Keberhasilan pengembangan dan uji terbang X-59 akan menjadi dasar penetapan ambang batas kebisingan baru,  yang dapat diterima berdasarkan data terkait penerbangan komersial supersonik di darat.

Ini tentu membuka jalan bagi generasi baru pesawat supersonik yang dapat mengangkut penumpang dan kargo secara efisien dan berkelanjutan dua kali lebih cepat daripada pesawat saat ini.

Ujicoba lanjutan

Skunk Works akan terus memimpin kampanye uji terbang perdana pesawat ini, bekerja sama erat dengan NASA untuk memperluas jangkauan terbang ujicoba lanjutan X-59 selama beberapa bulan mendatang.

Pencapaian ini menunjukkan komitmen Lockheed Martin untuk mendorong batasan inovasi kedirgantaraan dan dedikasinya dalam menciptakan solusi mutakhir untuk masa depan penerbangan.

Selama lebih dari lima dekade, penerbangan supersonik di atas daratan Amerika Serikat dilarang Federal Aviation Administration (FAA) sejak 1973, karena kebisingan dentuman sonik yang mengganggu.

Larangan tersebut baru dicabut pada Juni 2025 melalui perintah eksekutif pemerintah AS, membuka jalan bagi uji coba penerbangan seperti X-59.

NASA menyatakan akan melakukan penerbangan lanjutan di atas wilayah berpenduduk.

Tim peneliti akan mensurvei masyarakat di darat untuk mengukur tingkat kebisingan dan respons terhadap suara,  yang dihasilkan saat pesawat menembus kecepatan suara.(P-Jeffry W)

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x