Lompat ke konten
Sabtu, 17 Oktober 2026
Breaking
Uncategorized

Kepungan El Nino kuat di Barsel:  Lahan gambut terbakar, Polres relokasi kobaran api

Herling Tumbel2 menit baca
Bagikan
Kapolres Barsel
Kapolres Barito Selatan, AKBP Jecson R. Hutapea (kiri) memimpin Satgas Gabungan untuk merelokasi kebakaran melanda lahan gambut di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (25/8/26). (Dok. Humas Polres Barsel)

​PRIORITAS, 26/8/26 (Buntok, Kalteng): Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda lahan gambut di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, di tengah puncak fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Namun, satuan tugas gabungan yang dipimpin langsung Kepala Polres Barito Selatan, AKBP Jecson R. Hutapea, sukses melokalisasi kobaran api di wilayah Masimpun, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Selasa (25/8/26)., seperti dilaporkan jurnalis Beritaprioritas.com berdasarkan keterangan Humas Polres Barsel pada Rabu (26/8/26).

​Dikatakan, operasi terpadu yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB tersebut berhasil menghentikan perambatan bara api guna menyekat potensi paparan kabut asap masif ke permukiman warga.

Sebelum menangani titik di Masimpun, tim satgas berdasarkan konfirmasi lapangan Polres Barsel juga mengendalikan kebakaran lahan seluas 17,5 hektare di wilayah Bantai Bambure.

​Tantangan gambut dan akses air

​Penyebab sulitnya pemadaman terletak pada struktur tanah gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan. Sebanyak 150 personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kehutanan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan ke lokasi.

​"Medan gambut ini memiliki karakter khas yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah, sehingga proses pemadaman memerlukan kehati-hatian dan penanganan terpadu agar api tidak kembali berkobar," ujar AKBP Jecson R. Hutapea saat meninjau lokasi penanganan bersama Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha dan Dandim 1012/Buntok Letkol Inf Muhammad Edi.

​Selain karakter gambut yang sulit dipadamkan total, petugas menghadapi hambatan fisik di lapangan. Laporan lapangan Polres Barsel mencatat, saat menangani pemadaman di Bantai Bambure, 129 personel terpaksa berjalan kaki menembus akses jalan yang sulit akibat minimnya sarana prasarana serta jarak sumber air yang sangat jauh dari titik api.

Salah satu area lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Barito Selatan. (Beritaprioritas.com/Ahmad Arbani)
​Anomali suhu dan lonjakan titik panas

​Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer BMKG, fenomena El Nino intensitas sangat kuat ditandai anomali suhu menyentuh +2,77 derajat Celsius. Eskalasi karhutla di Kalimantan Tengah sejalan dengan fenomena iklim nasional tersebut.

Disampaikan, kondisi seperti itu membuat vegetasi menjadi gersang serta sangat rentan tersulut percikan api kecil.

​Sementara itu, sistem SiPongi KLHK mendeteksi lonjakan 6.352 titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia berdasarkan pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA pada Kamis (20/8/26) pukul 11.36 WIB.

Data yang dipublikasikan Databoks Katadata mencatat dari total tersebut terdapat 690 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 5.408 titik skala sedang, dan 254 titik skala rendah, yang menempatkan Kalimantan Tengah pada urutan kedua paling rawan di Indonesia.

​Menanggapi situasi ini, AKBP Jecson R. Hutapea menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api sekecil apa pun, guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas," tegasnya. (P-Ahmad Arbani)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami