PRIORITAS, 26/9/26 (Buntok, Kalteng): Kepolisian Resor Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar patroli skala besar untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh desa rawan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (25–26/9/26).
Operasi masif ini merupakan tindak lanjut langsung merespons Surat Telegram Kapolda Kalteng Nomor ST/362/IX/Ops.2.2/2026 tentang strategi penanggulangan karhutla di wilayah setempat.
Dalam keterangan Humas Polres Barsel pada Sabtu (26/9/26) disebutkan, Kapolres Barsel, AKBP Eko Mardianto, memimpin langsung Tim 1 yang menyisir kawasan Kalahien, Madara, Pararapak, dan Parigi.
Sementara itu, Wakapolres memimpin Tim 2 yang bergerak menyusuri Sababilah, Tabak, hingga Mangaris.

Kapolres Barsel, AKBP Eko Mardianto (kiri) memimpin langsung patroli skala besar, gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP dan Masyarakat Peduli Api, saat memeriksa setiap kendaraan yang melintasi jalur perbatasan Barsel-Kuala Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Jumat (25/9/26) malam. (Dok. Humas Pores Barsel)
Personel gabungan
Diungkapkan, operasi tersebut melibatkan 70 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Masyarakat Peduli Api.
Dalam patroli bersama yang bergerak sejak Jumat (26/9/26) pukul 14.00 WIB tersebut, petugas mendeteksi kemunculan titik api di Desa Madara pada pukul 23.10 WIB.
Berkat kesigapan personel dan armada mobil Armoured Water Canon (AWC), api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.55 WIB.
Perketat perbatasan dan salurkan air bersih
Kapolres Barsel, AKBP Eko Mardianto, saat dihubungi Beritaprioritas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9/26) mengonfimasi, patroli skala besar ini sebagai langkah preventif lanjutan, Polres Barsel memperketat pemeriksaan kendaraan di jalur perbatasan antar-kabupaten, khususnya jalur Barsel menuju Barito Timur dan Kuala Kapuas.
“Pemeriksaan ini difokuskan untuk mengantisipasi kepemilikan alat atau bahan yang berpotensi memicu pembakaran lahan secara humanis dan edukatif” ujar Eko.
Dikatakannya, kepolisian juga telah menyalurkan lebih dari 25.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan dalam dua minggu terakhir.

Tim patroli saat memadamkan titik api karhutla yang akhirnya berhasil dijinakkan, di Desa Madara Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Jumat (25/9/26). (Dok. Humas Polres Barsel)
Waspada jarak pandang 20 meter
Dampak cuaca kering dan karhutla turut memicu pekatnya kabut asap di sejumlah ruas jalan utama. Kasat Lantas Polres Barsel, AKP Andri Wicaksono, saat dihubungi Sabtu (26/9/26) mengungkapkan, jarak pandang di beberapa titik terparah, seperti jalur Buntok–Palangka Raya serta Ampah–Buntok, menyusut hingga sekitar 20 meter.
Ia mengatakan, meski belum ada laporan resmi kecelakaan akibat jarak pandang terbatas tersebut, Satlantas terus mengintensifkan patroli arus lalu lintas, menempatkan personel di titik rawan, serta menerapkan sistem buka-tutup atau pengawalan secara situasional.
Masyarakat diimbau agar tidak menjadikan informasi di media sosial sebagai acuan utama, melainkan memantau kondisi faktual di jalan.

Kasat Lantas Polres Barsel, AKP Andrie Wicaksono, di kawasan jalan kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, saat pengamanan ditengah bencana kabut asap yang melanda kota itu, Selasa (23/9/25). (Ist.)
Pengendara yang harus beraktivitas diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu utama, dan tidak memaksakan perjalanan jika visibilitas sudah terlalu buruk.
Pengendara roda dua juga diwajibkan menggunakan masker serta perlengkapan keselamatan. “Jangan memaksakan perjalanan ketika jarak pandang sudah terbatas.
“Lebih baik terlambat sampai tujuan, daripada mengambil risiko yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” tegas AKP Andri. (P-Ahmad Arbani)