PRIORITAS, 25/9/26 (Buntok, Kalteng): Kualitas udara Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), berada pada level berbahaya. Kondisi itu terjadi bersamaan dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh lokasi berbeda dalam satu hari, pada Kamis (24/9/26).
Data ISPUnet Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel pada Rabu (24/9/26) pukul 21.00 WIB mencatat angka 407 di stasiun Sanggu. Kategori tersebut masuk “berbahaya” dengan polutan kritis PM2.5.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (PPPL DLH) Barsel, Resti Teluni, menegaskan risiko kesehatan yang ditimbulkan tidak ringan. Partikel halus sisa pembakaran itu dapat mengganggu pernapasan serius.
Ia menyebutkan, PM10 tercatat 235 atau Sangat Tidak Sehat. Suhu 28 derajat celsius, kelembaban 86 persen, tekanan 1.005 mBar, dan kecepatan angin 0.
“Cuaca panas di Kalimantan Tengah, hanya saja ditutupi kabut asap. Angin 0, Asap yang tebal membuat polusi mengendap dan tidak terurai,” ujar Resti kapad Beritaprioritas.com melalui sambungan telepon, Kamis (24/9/26) malam.
Tujuh titik api ditangani sehari
Kepala Pelaksana BPBD Barsel saat wawancara dengan Beritaprioriras.com melalui sambungan telepon, Kamis (24/9/26), mengungkapkan timnya bergerak di tujuh lokasi karhutla pada hari yang sama. Lokasi tersebut tersebar di wilayah Dusun Selatan dan sekitarnya.
Tujuh titik diwilayah Kabupaten Barsel itu meliputi Desa Rikut Jawo, Desa Pamangka Jalan Toga, Jalan Mayor C Sumbi, Desa Jutuh dan Jalur Trans 1 belakang Jembatan Parigi, seberang SPBU Sababilah, belakang rumah Kepala Desa Manggaris, Jalan Usaha Tani Masimpun Jaya, serta Jalan Hauling PT Mutu KM 34.
Terkait kendala lapangan, Kalak BPBD menegaskan personel pemadaman masih mencukupi. Namun jumlah peralatan menjadi terbatas karena kejadian muncul bersamaan.
“Secara kuantitas jika ditinjau banyaknya kejadian karhutla yang terjadi di beberapa tempat secara bersamaan, sehingga jumlah sarpras yang ada menjadi kurang dan terbatas,” ucapnya.
Ia merincikan armada BPBD yang dikerahkan terdiri dari 1 unit truk tangki 8.000 liter, 5 unit mobil single kabin dengan 1 unit rusak, 1 unit double kabin, 3 unit roda tiga Tossa, dan 1 unit ambulans. Satpol PP membantu 1 unit dump truck dan 1 unit single kabin untuk angkutan petugas.
Kodim menurunkan 3 unit mobil tangki pemadam berkapasitas 5.000 liter. Rumah sakit menyiapkan 1 unit ambulans untuk siaga medis.
“Kekurangan paling mendesak saat ini adalah mesin pompa air. Beberapa unit mengalami kerusakan akibat pemakaian intens selama status bencana. Selain itu selang ukuran 1,5 inci untuk pemadaman juga menipis,” imbuhnya.
Polres Barsel turunkan 150 personel

Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan di Bari Selatan dari berbagai instansi berjibaku memadamkan kebakaran yang makin meluas. (BPBD Barsel)
Di lain pihak, Kapolres Barito Selatan AKBP Eko Mardianto, menegaskan komitmen kepolisian dalam penanganan karhutla. Pihaknya saja mengerahkan 150 personel, belum termasuk unsur gabungan lain.
“Sebanyak 150 personel Polres Barsel dilibatkan dalam penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Barsel, baik di tingkat Polres maupun Polsek jajaran,” Ungkap Kapolres kepada media ini saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (24/9/26).
Eko menyebut, Jumlah tersebut belum mencakup personel BPBD, TNI, DLH, Satpol PP, dan Masyarakat Peduli Api yang turut berjibaku di lapangan.
Untuk penegakan aturan, Polres saat ini menangani 1 Laporan Polisi terkait karhutla. Perkara lain masih dalam tahap penyelidikan.
“Apabila terdapat perkara yang memenuhi unsur dan ditingkatkan ke tahap penyidikan, Polres Barsel akan menyampaikan perkembangan tersebut melalui Press Release,” ujarnya.
Sarana yang dilibatkan Polres meliputi mobil Armoured Water Cannon (AWC) untuk penyemprotan, truk pengangkut personel, sepeda motor guna menjangkau area sulit, ambulans untuk dukungan kesehatan, serta mesin pompa air beserta selang.
“Seluruh sarpras dioptimalkan untuk mendukung respons cepat, mobilitas personel, pemadaman, serta keselamatan anggota selama penanganan Karhutla,” tegasnya.
Perkuat sinergi lewat koordinasi di kantor BPBD

Kapolres Barito Selatan, Kalimantan Tengah, AKBP Eko Mardianto didampingi Kepala BPBD setempat, Agus In Yulius saat koordinasi dan pengecekan Sarpras serta personil di Kantor BPBD, Buntok, Kamis (24/9/26). (Humas Polres Barsel)
Kapolres mengungkapkan, sinergi lintas instansi diperkuat melalui koordinasi dan pengecekan kesiapan di Aula Kantor BPBD Barsel, Jalan Pelita Raya Buntok. Kegiatan berlangsung Kamis (24/9/2026) pukul 11.20 hingga 12.20 WIB.
Agenda tersebut menurut Eko, merupakan tindak lanjut Zoom Meeting arahan Kapolda Kalteng terkait evaluasi penanganan karhutla. Saya memimpin langsung rapat itu, didampingi Wakapolres, Kabagops, perwira Polres, Kalakhar dan jajaran BPBD” ungkap Eko.
Ia menyebut, poin pembahasan meliputi penguatan kolaborasi, peningkatan kesiapan personel dan peralatan, optimalisasi pemadaman dan pembasahan lahan gambut hingga kedalaman, pengecekan kondisi armada BPBD, serta penyamaan data hotspot agar tidak terjadi perbedaan laporan.
“Koordinasi berjalan baik dan sinergitas Polres Barsel bersama BPBD semakin diperkuat sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi Karhutla,” kata Kapolres.
Ia mengatakan, patroli terpadu juga digencarkan secara berkelanjutan. Unsur yang terlibat adalah BPBD, Polri, TNI, DLH, dan MPA di wilayah rawan titik panas.
“Upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, penegakan hukum, dan edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya Karhutla berulang,” pungkasnya. (P-Ahmad Arbani)