Sulut perkuat kerja sama internasional, Gubernur Yulius fokus kembangkan ekonomi biru

Johanes Christiaan
Jumat, 24 April 2026
EKBIS 0 218
2 menit membaca

PRIORITAS, 24/4/2026 (Manado): Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempertegas komitmennya dalam mengembangkan ekonomi biru melalui penguatan kerja sama internasional.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam jamuan makan malam bersama delegasi diplomatik dari 13 negara, perwakilan badan PBB, serta organisasi non-pemerintah internasional di Wisma Negara Bumi Beringin, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan bertajuk Diplomatic Visit on Strengthening Cooperation on Blue Economy ini menjadi momentum strategis untuk memperluas kolaborasi dalam konservasi laut, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan, hingga pembangunan infrastruktur maritim.

Dalam pemaparannya, Gubernur Yulius menjelaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi besar sebagai wilayah maritim dengan luas perairan mencapai 73 persen dari total wilayah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 5,66 persen dengan nilai investasi mencapai Rp10,2 triliun.


Ia juga menyoroti peran Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) yang menjadikan Sulut sebagai pusat kerja sama regional dalam pengelolaan sumber daya laut.

Pemerintah Provinsi Sulut, lanjutnya, tengah bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menerapkan lima kebijakan ekonomi biru, antara lain perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, serta pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan untuk komoditas ekspor seperti udang, rumput laut, dan tuna.

Selain itu, pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil juga diperkuat melalui sinergi dengan Bakamla RI dan aparat keamanan guna mencegah kejahatan lintas batas.

Di sektor ekonomi, produksi perikanan Sulut telah mencapai 750.857 ton dengan nilai ekspor sekitar 140 juta dolar AS, didukung penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Sementara sektor pariwisata terus berkembang, dengan sejumlah destinasi unggulan termasuk Desa Wisata Budo yang meraih penghargaan nasional.

Gubernur Yulius mengajak seluruh mitra internasional untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan.

“Melalui sinergi global, kita dapat membangun masa depan yang modern, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bersama,” ujarnya. (P-Deon Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan