Kasus pemerkosaan berkelompok mahasiswi universitas Cornell kembali dibuka

Giovanni Riung
Selasa, 29 September 2026
HUKRIM 0 66
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/9/26 (Amerika Serikat): Skandal kekerasan seksual berat kembali mengguncang salah satu perguruan tinggi terbaik di Amerika Serikat. Pasalnya, jaksa wilayah New York resmi membuka kembali penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan seorang mahasiswi Universitas Cornell.


Penyelidikan ulang ini bergulir usai korban melayangkan gugatan perdata ke pengadilan.

Pihak kejaksaan siap menyerahkan seluruh bukti ke hadapan dewan juri guna menentukan sangkaan pidana. Langkah ini diambil untuk memastikan penegakan hukum berjalan secara objektif dan transparan. “Kasus ini akan diproses secara objektif dan seadil mungkin melalui dewan juri,” kata Jaksa Wilayah Tompkins County, Matthew Van Houten, pada Senin (28/9/2026).

Korban Mengaku Dicekoki Obat Bius dan Diserang Tujuh Pria

Selanjutnya, insiden kelam ini berakar dari peristiwa di rumah organisasi mahasiswa (fraternity) pada Oktober 2024. Korban mengaku dicekoki obat ketamin dan minuman beralkohol sebelum mengalami kekerasan seksual oleh tujuh pria.


Namun, jaksa sempat menghentikan pengusutan kasus ini dua tahun lalu karena keterbatasan bukti awal.

Kuasa hukum korban menegaskan bahwa trauma hebat membuat kliennya tidak mampu memberikan kesaksian secara utuh kala itu. Korban membutuhkan proses pemulihan psikologis yang panjang sebelum akhirnya berani memperjuangkan keadilan. “Beberapa hari setelah serangan, korban mengalami trauma hebat dan berada dalam kondisi bertahan hidup,” kata pengacara korban, Thomas Giuffra.

Gelombang Protes dan Tuntutan Transparansi Meluas di Kampus

Sementara itu, pihak Universitas Cornell membantah tuduhan bahwa kampus melindungi para pelaku. Manajemen kampus mengklaim telah menjatuhkan sanksi tegas berupa skorsing hingga sanksi DO (drop out) kepada para pelaku.

Meskipun demikian, gelombang protes dari para mahasiswa terus membesar menuntut keterbukaan informasi.

Oleh sebab itu, Wali Kota Ithaca mendesak penghentian sementara seluruh izin kegiatan organisasi mahasiswa di area kampus. Publik kini menunggu keputusan dewan juri untuk menuntaskan skandal yang menyita perhatian internasional ini. (P-*Ant/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan